Ranah.co.id - Kepolisian Republik Indoensia (Polri) meminta agar peserta Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 bertanggungjawab dalam memanfaatkan ruang digital, sehingga tidak menyebarkan Hoaks dan Ujaran Kebencian seperti yang terjadi tahun 2019.
Wakabareskrim Polri, Irjen. Pol. Asep Edi Suheri mengatakan, pihaknya tidak ingin ruang digital dimanfaatkan untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian dan sarana pemecah belah.
"Para calon harus bertanggungjawab dalam memanfaatkan ruang digital. Harus menyebarkan program kerja, visi dan misi, sehingga tidak terjadi polarisasi. Masyarakat jadi bisa menilai dengan objektif dan membawa Indonesia menjadi lebih baik," ujar Asep dikutip dari Tribratanews, Jumat (6/1/2023).
Menurut Asep, ruang digital memang menjadi sarana yang baik untuk mempromosikan diri para calon. Ruang digital mampu menyebarkan informasi para calon dengan cepat dan memungkinkan masyarakat untuk berinteraksi.
Namun, ia mengingatkan, para calon agar tidak menggunakan ruang digital untuk menyebar hoaks dan tidak ingin kejadian seperti pemilu 2019 terulang lagi.
"Tahun 2019, 67,2 persen hoaks terkait isu politik. Ini harus menjadi pembelajaran. Kejadian seperti di Pemilu 2019 tidak boleh terjadi lagi di 2024, karena berbahaya bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Mari bersama-sama kita perangi hoaks di ruang digital. Sehingga perpecahan bisa dihindari dan ruang digital Indonesia bisa menjadi kekuatan bagi bangsa kita," katanya.
Diketahui, Kemenkominfo RI juga telah memblokir 1.321 konten Hoaks dalam ranah politik hingga 3 Januari 2023.
Kemenkominfo RI, Johni G. Plate mengatakan, dinamika pada tahun politik salah satunya adalah penyebaran hoaks, ujaran kebencian dengan berbagai variabelnya seperti politik identitas mencapai ribuan konten.
Ribuan konten itu telah diblokir oleh Kemenkominfo karena berpotensi menimbulkan hal yang kontraproduktif dan mengancam persatuan negara
"11 streaming radikal dan 86 URL telah kami blokir karena berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya dikutip dari purwokerto.suara.com, Jumat (6/1/2023).
Dia menegaskan, Pemilu adalah momentum untuk menentukan arah bangsa dan seluruh warga negara bisa berpartisipasi untuk memilih pemimpin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Misteri Kematian 4 Orang Sekeluarga di Tenda Camping Temanggung, Polisi Periksa Sisa Makanan
-
Satu Pemain Asing Persija Jakarta Umumkan Cabut
-
Menyorot Ikatan Ibu dan Anak di Tengah Dunia Mafia dalam Film The Guardian
-
4 Cara Mengolah Daging Kambing agar Rendah Kolesterol, Ternyata Jadi Kebiasaan Orang Arab
-
Apa yang Tidak Boleh Dilakukan saat Hari Raya Waisak?
-
Anak Bupati di Riau dan Selebgram Jalani Rehabilitasi usai Ditangkap Pesta Narkoba
-
Kata Abu Janda Usai Dipolisikan Sebut Sumbar 'Barbar': Kalau Dasarnya Sudah Benci ya Susah
-
Awas Terjebak Tren! 5 Mitos Less Waste yang Telanjur Dipercaya
-
Sambut Waisak, Arca Unfinished Buddha Dipindahkan ke Lapangan Kenari Borobudur
-
Ronald Koeman Prediksi Thomas Tuchel Bakal Contek Skema Arsenal di Piala Dunia 2026