/
Rabu, 11 Januari 2023 | 00:01 WIB
Ilustrasi (pixabay.com)

Ranah.co.id - Masyarakat di Desa Teinaman, Kecamatan Tanimbar Utara, Maluku dihebohkan munculnya sebuah pulau baru usai gempa magnitudo 7,5 pada Selasa (10/1/2023) dini hari.

Bahkan, menurut Kepala Desa Teinaman, Bony Kelmaskossu, akibat fenomena alam yang tak biasa itu, masyarakat sempat panik dan takut, lalu memutuskan untuk mengungsi sementara waktu.

Merespons adanya fenomena alam itu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatkan, bahwa hal tersebut merupakan fenomena alam biasa yang dikenal dengan istilah kemunculan gunung lumpur (mud volcano).

"Gunung lumpur  (mud volcano) ini terkadang muncul di permukaan beberapa saat pasca terjadinya gempa kuat," ujar Daryono, Selasa (10/1/2023).

Secara fisis, kata Daryono, tekanan di dalam lapisan kulit bumi terakumulasi ketika cairan dan gas bawah tanah tidak dapat keluar akibat terjebak dalam lapisan sedimen.

"Material lunak ini terperangkap, kemudian dapat menjadi overpressure jika ditekan oleh gaya tektonik atau karena adanya masukan guncangan gempa kuat sebagai input motion," ungkapnya.

Gempa, lanjut Daryono, memberi tekanan lebih lapisan plastis di bawahnya, saat tekanan di lapisan yang lebih dalam mengendur, maka tekanan menyebar ke luar.

"Gunung lumpur atau pulau baru akhirnya terbentuk ketika cairan dan gas dalam bumi menemukan jalan keluar ke permukaan melalui rekahan batuan yang terbentuk akibat guncangan gempa kuat," ucapnya

Selanjutnya, sebut Daryono, material lunak secara perlahan akan bergerak ke atas rekahan, membawa material lumpur membentuk gunungan lumpur. 

Baca Juga: Benar-benar Kejam Ferry Irawan, Begini Penampakan Venna Melinda Usai Jadi Korban KDRT

"Biasanya, pulau baru atau gunung lumpur itu akan hilang dengan sendirinya," katanya.

Load More