/
Rabu, 11 Januari 2023 | 19:54 WIB
Eka Putra, Bupati Tanah Datar. (Dok. Pemkab Tanah Datar)

Ranah.co.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar mulai mengkaji dampak buruk erupsi Gunung Marapi, meskipun hingga saat ini masih situasi masih kondusif, Rabu (11/1/2023).

Bupati Tanah Datar, Eka Putra menyebutkan, meskipun situasi saat ini masih kondusif, tapi intensitas erupsi gunung Marapi masih tinggi.

"Saya juga ada dapat laporan, bahwa erupsi Marapi sudah mengeluarkan material, dari itu saya langsung meninjau beberapa nagari di kaki gunung tersebut, untuk melihat langsung dampak yang ditimbulkan," ujar Eka dikutip dari keterangan resminya, Rabu (11/1/2023).

Eka mengatakan, segala sesuatu mitigasi bencana harus disiapkan, seperti BPBD dan Dinas Kesehatan agar menyiapkan segala yang dibutuhkan.

"Dinas Kominfo harus menyampaikan informasi dan antisisipasi berita hoaks yang akan meresahkan masyarakat, Dinas Pertanian memantau tanaman yang terdampak dan camat yang berada di sekitar Gunung Marapi agar mengimbau masyarakat untuk mengaktifkan ronda malam," ucapnya.

Eka menegaskan, semua akan bergerak, OPD bersama Forkopimda akan turun kelapangan, jalur evakuasi harus jelas, sehingga nanti jika ada pengungsian tidak sulit dan tempat pengungsian juga harus disiapkan, termasuk kendaraan harus disiapkan dari sekarang.

Lalu, terkait masih adanya pendaki yang membandel, Eka ingin Pemda bersama Forkopimda dan BKSDA turun ke lapangan dan menempatkan personel di pintu-pintu masuk dan akan menindak tegas jika masih ada pendaki yang naik.

Diberitakan sebelumnya, erupsi Gunung Marapi hari ini, Rabu (11/1/2023) mencapai 800 meter dari atas puncak, dan merupakan erupsi terbesar sejak Gunung Marapi menunjukan aktivitas vulkanologi, Sabtu (7/1/2023).

Tidak hanya itu, status Gunung Marapi juga sudah masuk level II atau waspada dan masyarakat di sekitar dilarang mendekat dengan radius tiga kilometer dari kawah.

Baca Juga: Belum Bosan Juara Piala Liga Inggris, Manchester City akan Tetap Serius Ladeni Southampton

Load More