Ranah.co.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar mulai mengkaji dampak buruk erupsi Gunung Marapi, meskipun hingga saat ini masih situasi masih kondusif, Rabu (11/1/2023).
Bupati Tanah Datar, Eka Putra menyebutkan, meskipun situasi saat ini masih kondusif, tapi intensitas erupsi gunung Marapi masih tinggi.
"Saya juga ada dapat laporan, bahwa erupsi Marapi sudah mengeluarkan material, dari itu saya langsung meninjau beberapa nagari di kaki gunung tersebut, untuk melihat langsung dampak yang ditimbulkan," ujar Eka dikutip dari keterangan resminya, Rabu (11/1/2023).
Eka mengatakan, segala sesuatu mitigasi bencana harus disiapkan, seperti BPBD dan Dinas Kesehatan agar menyiapkan segala yang dibutuhkan.
"Dinas Kominfo harus menyampaikan informasi dan antisisipasi berita hoaks yang akan meresahkan masyarakat, Dinas Pertanian memantau tanaman yang terdampak dan camat yang berada di sekitar Gunung Marapi agar mengimbau masyarakat untuk mengaktifkan ronda malam," ucapnya.
Eka menegaskan, semua akan bergerak, OPD bersama Forkopimda akan turun kelapangan, jalur evakuasi harus jelas, sehingga nanti jika ada pengungsian tidak sulit dan tempat pengungsian juga harus disiapkan, termasuk kendaraan harus disiapkan dari sekarang.
Lalu, terkait masih adanya pendaki yang membandel, Eka ingin Pemda bersama Forkopimda dan BKSDA turun ke lapangan dan menempatkan personel di pintu-pintu masuk dan akan menindak tegas jika masih ada pendaki yang naik.
Diberitakan sebelumnya, erupsi Gunung Marapi hari ini, Rabu (11/1/2023) mencapai 800 meter dari atas puncak, dan merupakan erupsi terbesar sejak Gunung Marapi menunjukan aktivitas vulkanologi, Sabtu (7/1/2023).
Tidak hanya itu, status Gunung Marapi juga sudah masuk level II atau waspada dan masyarakat di sekitar dilarang mendekat dengan radius tiga kilometer dari kawah.
Baca Juga: Belum Bosan Juara Piala Liga Inggris, Manchester City akan Tetap Serius Ladeni Southampton
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung