/
Rabu, 11 Januari 2023 | 17:46 WIB
Erupsi Gunung Marapi, Sumbar. (Situs magma.esdm.go.id)

Ranah.co.id - Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, jumlah warga yang bermukim di sekitar Gunung Marapi hingga saat ini mencapai 173.334 jiwa, Rabu (11/1/2023).

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Bambang Warsito mengatakan, jumlah warga 173.334 jiwa itu terdiri dari 50.257 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di lima kecamatan dan 30 nagari atau desa.

"Lima kecamatan itu terdiri dari Kecamatan Sungaipua sebanyak 27.127 jiwa dengan 7.443 kepala keluarga, Kecamatan Canduang 25.679 jiwa dengan 7.596 kepala keluarga dan Kecamatan Banuhampu 38.431 jiwa dengan 10.869 kepala keluarga," ujar Bambang dikutip dari sumbar.suara.com, Rabu (11/1/2023).

Lalu, kata Bambang, di Baso juga ada 37.099 jiwa dengan 11.351 kepada keluarga dan di Ampek Angkek 44.998 jiwa dengan 12.998 kepala keluarga.

"Kecamatan Sungaipua dengan lima nagari, Canduang tiga nagari, Banuhampu tujuh nagari, Baso enam nagari dan Ampekangkek tujuh nagari," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Agam juga telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 360/20/BPBD-AG/I/2023 tentang Imbauan Untuk Meningkatkan Kewaspadaan Bagi Masyarakat yang Berada di Kawasan Gunung Api Marapi.

Dalam surat edaran itu, masyarakat dan pengunjung diminta untuk mengosongkan wilayah di sekitar kawasan Gunung Api Marapi dengan radius tiga kilometer dari kawah atau puncak.

Lalu, juga dilarang melakukan aktivitas pendakian atau wisata ke Gunung Api Marapi dan masyarakat diminta untuk tidak panik dan tetap menjaga kewaspadaan terhadap ancaman erupsi Gunung Api Marapi.

Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Ciro Alves Cetak Gol Tunggal, Persib Kangkangi Persija di Klasemen

Load More