/
Jum'at, 13 Januari 2023 | 21:18 WIB
Pemantauan aktivitas Gunung Marapi. (Dok. BPBD Agam)

Ranah.co.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mencatat erupsi Gunung Marapi sejak 7 Januari hingga saat ini, Jumat (13/1/2023) telah mencapai 162 kali dengan kolom abu tertinggi yang teramati setinggi 1.000 meter dari puncak.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Bambang Warsito mengatakan, hingga saat ini Gunung Marapi masih erupsi dengan kondisi tertutup kabut. "Jumat pagi higga pukul 06.00 WIB sudah empat kali erupsi dengan kondisi tertutup kabut," ujar Bambang melalui keterangan tertulisnya, Jumat (13/1/2023).

Dijelaskan Bambang, berdasarkan catatan BPBD, erupsi Gunung Marapi telah mencapai 162 kali sejak 7 Januari 2023, dengan rincian, 15 kali pada 7 Januari 2023, kolom abu teramati lebih kurang 300 meter dari puncak kawah.

Kemudian, pada 8 Januari 2023, erupsi terjadi sebanyak 27 kali dengan kolom abu teramati setinggi lebih kurang 200 meter dari pncak kawah.

9 Januari 2023, erupsi Gunung Marapi sebanyak 35 kali dengan kolom abu teramati setinggi 250 meter dari puncak kawah.

10 Januari 2023, kata Bambang, erupsi terjadi sebanyak 34 kali dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 300 meter dari puncak kawah.

11 Januari 2023, erupsi terjadi 23 kali dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter dari puncak kawah. "12 Januari juga terjadi erupsi 24 kali dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter," ucapnya.

BPBD Agam memprakirakan, bahwa Gunung Marapi masih akan terus erupsi, karena itulah status level II belum dicabut.

"Kami informasikan kepada masyarakat, bahwa status Gunung Marapi berada di level II atau waspada. Diminta agark tidak melakukan aktivitas di radius 3 kilometer dari kawah," katanya.

Baca Juga: Lho! Dinsos DKI Angkat Tangan Soal Dugaan Korupsi Bansos di Era Anies! Apa Alasannya?

Load More