/
Jum'at, 13 Januari 2023 | 22:30 WIB
Erupsi Gunung Marapi, Sumbar. (Situs magma.esdm.go.id)

Ranah.co.id - Akibat erupsi Gunung Marapi, warga di Kubu Cumantiang, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar) mulai mencium bau belerang, Jumat (13/1/2023).

Camat Canduang, Noviardi mengatakan, warga mulai mencium bau belerang sejak pukul 07.45 WIB karena arah angin mengarah ke barat daya.

"Wilayah ini salah satu daerah yang berada di lerang Gunung Marapi. Abu vulkanik halus agak berbau belerang mengarah ke Kubu Cumantiang," ujar Noviardi, Jumat (13/1/2023).

Namun, kata Novriadi, baru belerang itu tidak lama, hanya sekitar setengah jam, karena angin kembali berhembus ke timur. "Suasana di kampung (Kubu Cumantiang) juga kembali normal," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mencatat erupsi Gunung Marapi sejak 7 Januari hingga saat ini, Jumat (13/1/2023) telah mencapai 162 kali dengan kolom abu tertinggi yang teramati setinggi 1.000 meter dari puncak.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Bambang Warsito mengatakan, hingga saat ini Gunung Marapi masih erupsi dengan kondisi tertutup kabut. "Jumat pagi higga pukul 06.00 WIB sudah empat kali erupsi dengan kondisi tertutup kabut," ujar Bambang melalui keterangan tertulisnya, Jumat (13/1/2023).

BPBD Agam juga memprakirakan, bahwa Gunung Marapi masih akan terus erupsi, karena itulah status level II belum dicabut.

"Kami informasikan kepada masyarakat, bahwa status Gunung Marapi berada di level II atau waspada. Diminta agark tidak melakukan aktivitas di radius 3 kilometer dari kawah," katanya. (Irwanda Saputra)

Baca Juga: Rusak Kamar Mandi RSKD Makassar, Tujuh Pasien ODGJ Kabur

Load More