Suara.com - Kenapa ahli kubur menangis saat Lebaran tiba? Pertanyaan ini kerap muncul menjelang hari raya Idul Fitri.
Ahli kubur merujuk pada orang yang telah meninggal dunia dan berada di dalam kuburnya.
Dalam konteks Islam, ahli kubur memiliki makna yang lebih dalam, terkait dengan kepercayaan akan kehidupan setelah mati dan interaksi antara yang hidup dan yang telah meninggal.
Lantas apakah memang benar ahli kubur menangis saat Lebaran tiba? Berikut penjelasannya.
Kepercayaan bahwa ahli kubur menangis saat Lebaran merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat, meskipun tidak didukung oleh dalil atau nas yang jelas.
Justru, terdapat pandangan yang lebih menekankan pada kebahagiaan orang yang telah meninggal, terutama jika semasa hidupnya beramal saleh.
Menurut beberapa sumber, ahli kubur yang sedang dalam siksaan di neraka akan mendapatkan kerehatan selama bulan Ramadan.
Hal ini diyakini menyebabkan mereka menangis ketika umat Islam merayakan Idul Fitri.
Namun, banyak ulama berpendapat bahwa orang yang telah meninggal tidak dapat mendengar apa pun dari dunia ini, termasuk takbir yang dikumandangkan pada hari raya.
Ustaz Abu Humayd Sufri Mahmud menjelaskan bahwa Al-Quran menyatakan orang yang sudah meninggal tidak dapat mendengar suara di dunia, dan takbir adalah simbol kegembiraan dan syukur, bukan kesedihan.
Meskipun tidak ada bukti konkret tentang ahli kubur menangis saat Lebaran, namun kita tetap dianjurkan untuk mengirimkan doa dan melakukan amalan baik atas nama mereka.
Hal ini sebagai bentuk cinta dan penghormatan kita kepada orang-orang yang telah mendahului kita.
Tata Cara Ziarah Kubur saat Idul Fitri
Tata cara ziarah kubur saat Idul Fitri memiliki beberapa langkah yang disunnahkan untuk dilakukan. Berikut adalah panduan lengkapnya:
1. Berwudhu
Berita Terkait
-
Kenapa Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Keutamaannya
-
Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?
-
Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri
-
Perbedaan Takbir Idul Adha dan Idul Fitri: Durasi, Waktu, dan Hukumnya
-
Fakta Sidang Isbat: Kenapa Idul Adha Bisa Kompak tapi Idul Fitri Beda Hari?
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali