Seiring dengan pengakuan Rendy Kjaernett soal perselingkuhannya dengan Syahnaz Sadiqah ramai menjadi buah bibir banyak orang, pakar ekspresi, Kirdi Putra nampak membaca gelagat dan mimik wajah suami Lady Nayoan saat konferensi pers belum lama ini.
Kirdi mengungkapkan jika permohonan maaf Rendy Kjaernett setelah isu perselingkuhannya dengan Syahnaz membuat gempar itu terlihat benar-benar tulus.
Hal itu diungkapkan sang pakar ekspresi dalam kanal Kabar Populer yang berjudul 'TIDAK TULUS..!!! Mimik Wajah Rendy Kjaernett Saat Minta Maaf Dibaca Pakar Ekspresi'.
"Kenapa satu permintaan maaf itu kita bisa sebut sebagai permintaan maaf yang benar-benar tulus. Kalau misalnya permintaan maaf mengandung 3 bagian kata akhir di Putra 1 harusnya menjelaskan Siapa yang minta maaf kedua minta maaf kepada siapa secara spesifik," kata Kirdi dikutip Rumpita pada Rabu, (5/7/2023).
Namun Kirdi mengungkap Rendy gagal lantaran menjelaskan spesifik meminta maaf kepada istrinya, Lady Nayoan namun tak buka secara luas kepada masyarakat.
"Yang lebih gak jelas lagi yang ketiga untuk apa kalau misal untuk permintaan maaf mengambil makanannya gitu ya. Misalnya Saya minta maaf kepada istri saya karena saya ambil makanan istri saya kan spesifik tapi ini kan tidak," ujarnya.
Namun di sisi lain, Kirdi tak melihat ada wajah penyesalan dari Rendy Kjaernett selama melakukan konferensi pers. Ia menduga jika sang aktor FTV melakukan konferensi pers hanya demi memulihkan nama baiknya.
Selama konferensi pers, gelagat Rendy juga menunjukkan sesuatu. Pasalnya ia nampak mengaku ingin fokus memperbaiki keluarganya namun menutup bagian wajah atas dengan senyum yang tertahan.
"Senyum ditahan artinya apa itu gabungan dari ekspresi takut dan sedih dan ekspresi takut dan sedih Itu sama sekali tidak muncul di Rendy yang ada dia gugup," jelas Kirdi.
Baca Juga: Rumah Warga Parepare Rusak Tertimpa Pohon, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Kirim Bantuan
"Sebelumnya dan nahan senyum dalam prosesnya ini tidak ada penyesalan," lanjutnya.
Dapat disimpulkan sang pakar ekspresi, kemunculannya itu adalah cara Rendy Kjaernett untuk menjaga nama baik bukan klarifikasi atau meminta maaf.
Berita Terkait
-
Lepas dari Jerat Cinta Terlarang Syahnaz, Rendy Kjaernett Bersyukur Perselingkuhannya Terbongkar
-
Pilih Gak Banyak Omong, Begini Jawaban Singkat Raffi Ahmad saat Digeruduk soal Perselingkuhan Syahnaz Sadiqah, Kepalang Malu?!
-
Syahnaz Dirujak Ketahuan Selingkuh dengan Rendy Kjaernett, Sikap Raffi Ahmad Sering Menghindar Disorot, Netizen: Kecewa Sama Aa!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan