Selebtek.suara.com - Film KKN di Desa Penari memang menjadi film yang sangat diminati di bioskop. Film garapan Awi Suryadi ini bahkan mampu mengungguli film Doctor Strange in The Multiverse of Madness soal banyaknya penonton.
Tercatat hingga saat ini KKN di Desa Penari mendapat penonton sebesar 9,18 juta penonton, sementara film Doctor Strange 2 mendapatkan 6.485.014 penonton, sekitar hampir 3 juta penonton di bawah film KKN di Desa Penari.
Namun, di balik populernya film yang rilis 30 April lalu itu, menyimpan sebuah misteri. Adalah Badarawuhi, sosok makhluk halus yang pada film itu diperankan oleh Aulia Sarah.
Badarawuhi sendiri merupakan seorang penari atau Dawuh yang ditugaskan menghibur bangsa jin. Dalam film tersebut, Bima, salah satu mahasiswa yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersekutu dengan makhluk gaib tersebut.
Badarawuhi sendiri merupakan seorang penari atau Dawuh yang ditugaskan menghibur bangsa jin. Dalam film tersebut, Bima, salah satu mahasiswa yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersekutu dengan makhluk gaib tersebut.
Lantas sebenarnya apakah benar ada sosok Badarawuhi di dunia nyata?
Dalam kanal Youtube Ganjil Misteri yang diunggah pada Selasa 14 Juni 2022, Gus Sholeh Pati ternyata sempat mencari tahu kebenaran sosok penguasa alam gaib di Desa Penari ini.
Ia mendatangi langsung lokasi yang diyakini sebagai tempat asli dari cerita KKN di Desa Penari. Di sana ia mengaku bertemu sosok jin Badarawuhi.
Gus Sholeh Pati mengatakan sosok Badarawuhi sangat cantik seperti yang digambarkan pada utas twit serta filmnya. Tubuhnya sangat menggonda dan memiliki bau yang sangat harum.
Meski demikian penampilan Badarawuhi tidak sepenuhnya manusia, pada bagian pinggang ke bawah, ia memiliki tubuh berbentuk ular, sementara bagian pinggang ke atas bertubuh manusia.
Namun, tubuh tersebut bukanlah wujud asli dari Badarawuhi. Sosok jin ini tak menunjukan penampilan aslinya kepada Gus Sholeh Pati. Sehingga ia hanya bisa menggambarkan sosok yang ia lihat saja.
Terlepas dari itu, Gus Sholeh Pati mengatakan kalau Badarawuhi adalah ratu penguasa di Desa Penari.
Itulah sosok dari Badarawuhi, kalian percaya? (*)
Berita Terkait
-
Baru Sebulan Tayang di Bioskop, Mortal Combat II Kini Tayang di Layanan Video In Demand
-
The Bodyguard From Beijing: Film Jet Li yang Bikin Masa Kecil Kita Berdebar-debar
-
Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Ego Anak, Penyesalan, dan Air Mata di Panti Jompo
-
Shaun the Sheep Kembali di Film Baru, Hadapi Monster Misterius di Halloween
-
Dukun Magang: Mengapa Horor Komedi Jadi Formula Paling 'Nagih' di Bioskop Indonesia?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026