Selebtekno.Suara.com - Hampir 94 persen pembeli mencari produk menggunakan smartphone, angka ini meningkat 16 persen dari periode 2016/2017. Sehingga berbagai macam transaksi lebih sering dilakukan secara online.
Belanja online memang menjadi bagian dari gaya hidup sebagian besar masyarakat Indonesia. Terlebih dengan situasi pandemi yang mengharuskan adanya pembatasan fisik. Hal ini juga didorong oleh fakta bahwa setengah dari 278 juta penduduk Indonesia berusia di bawah 30 tahun.
Dikutip dari Insider Intelligence, generasi melek digital yang juga mobile-centric ini cenderung sangat terhubung dengan media sosial, berbelanja melalui layar yang kecil, juga menggunakan aplikasi mobile payment dengan antusias.
"Selain pangsa traffic yang tinggi, mobile shoppers juga memiliki kecenderungan membeli barang dua kali lebih besar dibandingkan dengan pengguna desktop. Hal ini menunjukkan keterbalikan dari hasil yang kami dapatkan pada periode 2016/2017 ketika pembelian berbasis desktop hampir tiga kali lebih besar daripada mobile," ujar Content Marketing IPrice Indonesia, Rifda Aufa Putri Nurazlya.
“Dalam laporan 2021/2022 iPrice, kami menemukan 94% orang Indonesia menggunakan perangkat mobile untuk mencari produk, angka ini meningkat 16% dari periode 2016/2017.”
Tidak dapat dipungkiri, pandemi telah mendorong terjadinya evolusi digital di Indonesia. Menurut e-Conomy SEA Indonesia 2021, hampir 15 juta orang Indonesia yang berada di daerah non-perkotaan menggunakan layanan berbasis internet untuk pertama kalinya pada paruh pertama tahun 2021.
Jangkauan internet yang lebih luas, juga akses ke perangkat smartphone yang lebih mudah dan terjangkau menjadi kunci utama pertumbuhan penetrasi mobile internet di Indonesia. Hasil survei We Are Social Indonesia yang mengungkapkan bahwa 96% respondennya memiliki smartphone, dibandingkan 67 persen kepemilikan komputer desktop atau laptop.
"Sebagai salah satu pengguna awal e-wallet di Asia Tenggara, konsumen Indonesia juga lebih percaya diri dalam melakukan pembelian melalui sistem pembayaran mobile," ujar Rifdah.
Perubahan mendasar dalam preferensi gaya hidup sehari-hari ini tentunya akan memacu terbentuknya generasi “mobile-only”. Momentum ini dapat menjadi katalis bagi para pebisnis untuk membuka peluang dan model bisnis baru misalnya dengan menerapkan taktik marketing seperti fitur e-wallet eksklusif atau kupon dan promosi yang hanya tersedia di perangkat mobile.
Baca Juga: 94 Persen Pembeli di Indonesia Belanja Online Lewat Smartphone
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Berani Lawan Arus, Komunitas Petani Punk Gunungkidul Siap Manfaatkan AI untuk Sokong Program MBG
-
Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama
-
Telkom Bekali 260 Perempuan Pelaku UMKM Jadi Kreator Digital untuk Pengembangan Bisnis
-
Review Sunset Bersama Rosie: Belajar Melepaskan dan Berdamai dengan Takdir
-
Harga Mobil Suzuki April 2026 Mulai dari City Car hingga SUV Mewah, Paling Murah Berapa?
-
Purbaya Pernah Ancam Potong Anggaran Kemendag Gegara Lambat Urus Regulasi Impor
-
Gajian Cuma Numpang Lewat: Kenyataan Pahit Generasi Sandwich yang Dipaksa Cukup
-
Respons Modus 'Surat Mundur', Wagub Jatim Minta Inspektorat Dalami Kasus OTT Bupati Tulungagung
-
Inklusi Keuangan Melesat, Holding UMi Dorong Literasi dan Akses Investasi Masyarakat
-
6 Sepeda Lipat Mirip Brompton: Jauh Lebih Murah, Harga Mulai Rp2 Jutaan