Selebtek.suara.com - Anjloknya harga tandan buah sawit (TBS) secara nasional, menjadi keresahan yang dirasakan oleh para petani kelapa sawit di perbatasan RI–Malaysia terutama di wilayah komoditi sawit seperti Kalimantan Utara.
Berbagai aspirasi yang disampaikan oleh Petani Sawit di Kalimantan Utara mengeluhkan permasalahan terhadap kebijakan pemerintah yang diambil.
Merespon situasi yang demikian, Anggota DPD RI, Hasan Basri menyampaikan secara langsung kepada Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk mengambil langkah preventif untuk menyelamatkan petani yang terdampak akibat TBS Sawit anjlok saat ini.
“Kita meminta kepada Pemerintah sebelum menerapkan kebijakan, untuk menghitung betul berapa harga keekonomian minyak sawit ini,” Kata Hasan Basri, dikutip dari laman Instagram @dpdri.
Hasan Basri menyampaikan, harga TBS kelapa sawit di Kalimantan Utara saat ini berkisar Rp 800 per kg.
Sementara itu, harga TBS petani sawit di Malaysia berkisar Rp 4.500 per kg.
Senator asal Kalimantan Utara, Hasan Basri menilai langkah yang dilakukan para petani jual TBS kelapa sawit ke Malaysia itu mestinya tidak dilarang. Sebab, harga TBS kelapa sawit di dalam negeri merugikan para petani.
“Pemerintah dalam hal ini Kementerian terkait harus segera menyelamatkan para petani ini, harus bertanggung jawab atas kerugian petani, ini tidak lepas dari efek kebijakan yang diambil,” kata Hasan Basri pada Rabu (5/7/2022).
Hasan Basri menilai dengan adanya percepatan ekspor TBS kelapa sawit maupun minyak goreng akan kembali stabil.
Baca Juga: Update COVID-19 Jakarta 6 Juli: Positif 1.516, Sembuh 849, Meninggal 2
"Kebijakan kemarin nggak tepat, jadi berdampaklah ke sana. Makanya ekspor semacam ini seharusnya dipercepat kembali. Harus segera diawasi dengan baik, sehingga petani tidak menjadi korban. Terkhusus kita di Kalimantan Utara yang juga merupakan penghasil sawit," pungkasnya.
Menanggapi apa yang disampaikan oleh Hasan Basri, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Andi Nur Alam Syah akan segera menindaklanjuti hasil aspirasi tersebut.
alam kesempatan yang sama, Hasan Basri menyampaikan untuk menormalkan kembali harga TBS sawit, pemerintah juga dapat mengatasi over supply minyak sawit mentah atau CPO saat ini dengan memanfaatkan stok CPO yang berlebih untuk campuran bahan bakar B30.
Hasan Basri yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua PURT DPD RI juga meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengawasi perusahaan agar tidak membeli TBS sawit dengan harga yang sesuai keinginan perusahaan.
“Harus ada pertemuan tripartite antara perusahaan, petani, pemerintah sehingga ada titik temu solusi bagi anjloknya harga,” kata dia.
Hasan Basri menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat harga TBS sawit anjlok saat ini. Salah satunya akibat harga CPO global yang mengalami penurunan sehingga berdampak pada harga pembelian oleh perusahaan.
Kemudian, turunnya harga TBS sawit merupakan dampak bola salju dari kebijakan-kebijakan sebelumnya.
“Banyak pabrik CPO yang over supply, sehingga harga anjlok di tingkat petani, karena rendahnya daya serap pabrik untuk membeli TBS,” tutupnya. (*)
Berita Terkait
-
Sebut Ranah Minang Baromater Politik, AHY Minta Demokrat Sumbar Fokus Target Sonsong Pemilu 2024
-
Miris! Harga Sawit Anjlok, Anak Petani Sawit Putus Sekolah; Jangankan Bayar Kuliah, Beli Beras Aja Susah
-
Harga Sawit Amblas, Syamsuar Surati Presiden Jokowi Minta Percepatan Ekspor CPO
-
Surat Gubernur Riau Untuk Jokowi, Ngeluh Harga TBS Sawit Ambruk
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya
-
Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya
-
Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren
-
Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum
-
Mulai Besok Sore, Masyarakat Bisa Akses dan Beri Masukan Draf PPHN
-
Tersangka Karhutla Naik Jadi 89 Orang, Polri Mulai Bidik Jejak Keterlibatan Korporasi
-
Gegara Investor Ambil Cuan, IHSG Melemah Tipis ke Level 6.518
-
Penampakan Halte Petamburan Usai Jadi Sasaran Vandalisme Massa Aksi 27 Agustus
-
Dari Lidi Sawit Jadi Cuan, Ketika Produk Sederhana Petani Indonesia Tembus Pasar Tiongkok
-
Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina