- Kemenperin menyatakan kebijakan tidak menaikkan cukai tembakau menjadi angin segar bagi industri di tengah tekanan ekonomi nasional.
- Data Indeks Kepercayaan Industri menunjukkan kinerja subsektor tembakau tetap tinggi dan berada di posisi terbaik selama 2026.
- Keputusan pemerintah pada Mei 2026 tersebut memberikan ruang bagi industri untuk menjaga performa di tengah tantangan ekonomi global.
Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut, keputusan tidak menaikkan cukai hasil tembakau menjadi kabar positif bagi industri pengolahan tembakau, di tengah tekanan ekonomi dan pelemahan daya beli masyarakat.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan industri pengolahan tembakau saat ini masih menunjukkan kinerja yang cukup baik dibanding sejumlah subsektor manufaktur lainnya.
"Bagus. Ya, itu angin segar bagi industri pengolahan tembakau," kata Febri kepada wartawan, dikutip Kamis (28/5/2026).
Ia menjelaskan, kinerja industri rokok masih berada pada level tinggi dalam beberapa bulan terakhir berdasarkan data Indeks Kepercayaan Industri (IKI).
"Industri pengolahan tembakau pada bulan Mei dan April 2026 ini kinerjanya tinggi. IKI-nya itu termasuk IKI subsektor industri yang eh.. kinerjanya tertinggi di antara 23 subsektor industri yang lain," ujarnya.
Menurut dia, kebijakan tersebut memberikan ruang bagi industri pengolahan tembakau untuk menjaga kinerja di tengah berbagai tekanan terhadap sektor manufaktur.
Di sisi lain, industri nasional saat ini masih menghadapi tantangan mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, ketidakpastian global, hingga kenaikan biaya bahan baku impor.
Meski demikian, subsektor pengolahan tembakau disebut masih mampu mempertahankan performa dan tetap menjadi salah satu subsektor dengan tingkat kepercayaan industri tertinggi.
Kemenperin sebelumnya mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Mei 2026 berada di level 53,56 atau masih berada pada zona ekspansi karena berada di atas angka 50.
Baca Juga: Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban
Berita Terkait
-
Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction
-
Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar
-
Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara
-
Potensi Ekonomi dan Kesehatan Industri Tembakau Alternatif
-
Tren Tobacco Harm Reduction: Produk Alternatif Jadi Pilihan Kurangi Risiko Merokok
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Rupiah Anjlok ke Rp17.870 Hari Ini, Cek Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI
-
Iduladha 2026, Pertamina Trans Kontinental Jaga Operasional & Berbagi Berkah Kurban pada Masyarakat
-
Harga Minyak Dunia Naik Turun, Berikut Daftar Harga BBM di Pertamina dan SPBU Swasta!
-
Menkeu Purbaya Tegaskan Kurban Pakai Uang Pribadi Bukan APBN
-
BSDE Didepak dari MSCI, Bagaimana Prospek Sahamnya?
-
Dolar AS Ngamuk, Rupiah Ambruk ke Level Rp17.900
-
Gandeng Petani Tebu, Pertamina NRE Siap Capai Swasembada Energi Nasional
-
Ada Penipuan Berkedok Nonton Dracin, Ini Modusnya
-
Tingkatkan Semangat Literasi Pekerja, Pertamina Hadirkan Perpustakaan Digital
-
OJK Buka Suara soal Isu MUFG Mau Caplok Bank Danamon