/
Selasa, 19 Juli 2022 | 14:47 WIB
Kecelakaan maut di Cibubur (suara.com)

Selebtek.suara.com - Sopir dan kernet truk Pertamina ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan maut di Jalan Alternatif Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/7). Polda Metro Jaya menyebut penyebab awal kecelakaan ini karena rem blong.

Sopir truk Pertamina yang menabrak dan menewaskan sepuluh orang itu bernama Supadi, sementara kernet bernama Kasira.

"Polda Metro Jaya telah menetapkan dua orang tersangka terkait kasus ini. Pertama terhadap saudara Supadi yakni sopir truk tanki BBM tersebut. Kedua Kasira, ini kernet truk tanki BBM tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan kepada wartawan, Selasa (18/7/2022).

Polisi telah mengamankan kedua tersangka untuk diperiksa sebagai upaya mengungkap kasus kecelakaan Cibubur tersebut. 

Sementara itu PT Pertamina memastikan bahwa dua sopir truk yang terlibat dalam kondisi fit sebelum kecelakaan maut di Jalan Alternatif Cibubur, Kota Bekasi. 

Pertamina mengklaim telah melakukan pengecekan kesehatan secara rutin sebelum sopir berangkat bekerja

Penyidik Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri hingga kekinian masih melakukan olah tempat kejadian perkara atau olah TKP secara mendalam.

"Dugaan sementara penyebab kejadian ini rem blong. Tapi tentunya pihak Ditlantas Polda Metro Jaya dibantu Korlantas Polri akan lakukan olah TKP lebih mendalam dengan menurunakn tim TAA (traffic accident analysis) agar menemukan penyebab konkret," katanya.

Kecelakaan maut melibatkan truk Pertamina dengan sejumlah kendaraan roda dua dan empat terjadi di Jalan Alternatif Cibubur ke arah Cileungsi, Jawa Barat pada Senin (18/7/2022). 

Baca Juga: Airport Tax Naik Agustus 2022, EGM Soetta Minta Operator Bandara Lakukan Sosialisasi

Akibat kecelakaan maut tersebut, jumlah korban meninggal dunia mencapai 10 orang. Luka berat lima orang dan luka ringan satu orang.

"Korban meninggal dunia saat ini 10 orang sudah teridentifikasi dan sudah terdata," ungkap Zulpan.(*)

Sumber: Suara.com

Load More