/
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 11:13 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus penembakan Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang diduga dilakukan oleh Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam (suara.com/Yasir)

Selebtek.Suara.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengambil langkah tegas dengan memutasi 15 anggotanya terkait kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J atau Nopriansyah Yosua Hutabarat. 

Selain itu, Kapolri juga menempatkan empat polisi di tempat khusus, lantaran diduga menghambat proses penanganan kasus insiden berdarah di rumah Ferdy Sambo pada Jumat (8/7) lalu itu.

"Ada empat orang yang kita tempatkan di tempat khusus, selama 30 hari kedepan," tegas Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2022) malam, dikutip dari PMJ News, Jumat.

Selanjutnya, kata Sigit, pihaknya akan memproses hal tersebut sesuai dengan keputusan tim khusus (timsus) terkait pelanggaran yang dilakukan.

“Sisanya kita akan proses sesuai dengan keputusan dari timsus. apakah masuk pidana atau masuk etik,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim Inspektorat Khusus (Irsus) yang dibentuk Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sudah memeriksa 25 personel polisi dalam pengusutan kasus meninggalnya Brigadir J.

Tim Irsus memeriksa 25 personel anggota Polri terkait adanya dugaan pelanggaran kode etik saat penanganan di tempat kejadian perkara (TKP).

"Personel polisi ini kita periksa terkait dengan ketidakprofesionalan dalam penanganan TKP," ucap Listyo Sigit dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (4/8/2022) malam.

Di samping, mengenai ketidakprofesionalan dalam penanganan TKP, 25 personel polisi tersebut juga diduga menghambat proses penyidikan.

Baca Juga: Hujan Deras Iringi Kepulangan Jemaah Haji Indonesia di Madinah

"Juga beberapa hal yang kita anggap bahwa itu membuat proses olah TKP dan juga hambatan dalam hal penanganan TKP dan penyidikan yang tentunya kita ingin bahwa semuanya bisa berjalan dengan baik," tuturnya.(*)

Sumber: PMJ News

Load More