Selebtek.suara.com - Gus Samsudin mengaku mendapat ancaman pembunuhan hingga pembakaran padepokan miliknya. Menurutnya ancaman itu adalah imbas aksi Pesulap Merah yang menudingnya sebagai pelaku penipuan berkedok pengobatan alternatif.
Hal itu ia ungkapkan saat hadir dalam acara Pagi Pagi Ambyar Trans TV, Kamis (11/8/2022).
"Ada ancaman pembunuhan, terus pembakaran juga," ujar Gus Samsudin.
Gus Samsudin mengatakan, aksi Pesulap Merah juga berdampak buruk ke para santri yang tinggal di padepokan miliknya. Sebab, pembangunan fasilitas untuk mereka terpaksa dihentikan karena padepokan ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan.
"Jadi dampaknya ke anak santri saya juga yang hampir 100 orang. Pembangunan padepokan jadi terhenti," jelas Gus Samsudin.
Sedang untuk saat ini, Gus Samsudin sudah menghadapi aksi perusakan terhadap padepokan miliknya dari orang tidak dikenal.
"Ada perusakan juga di sana," ucap Gus Samsudin.
Sebagaimana diketahui, perseteruan Pesulap Merah dan Gus Samsudin belum menemukan titik terang. Pesulap Merah bahkan sudah dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik ke Polda Jawa Timur.
Dalam videonya, Pesulap Merah mengkritik konten pengobatan alternatif milik Gus Samsudin. Ia bahkan menyebut Gus Samsudin memakai trik khusus untuk mengelabui pasien demi menggaet kepercayaan masyarakat.
Baca Juga: Disebut Kreatif dan Lucu, Ibu-ibu Ini Gunakan Kostum Shaun the Sheep Saat Lomba Gerak Jalan
Pesulap Merah bahkan sempat mencoba datang ke padepokan milik Gus Samsudin di Blitar, Jawa Timur untuk membuktikan ucapannya.
Namun kedatangan pemilik nama asli Marcel Radhival memicu kegaduhan warga sekitar padepokan hingga berujung ricuh.
Padepokan milik Gus Samsudin sendiri kabarnya ditutup setelah Pesulap Merah memunculkan indikasi penipuan berkedok pengobatan alternatif di tempat itu.(*)
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Pesulap Merah Dilaporkan PDSI, Brigjen Krishna Murti: Ke Dukun dong, Katanya Bisa Bikin Penglaris?
-
Brigjen Krishna Murti Ikutan Sindir "Kesaktian" Gus Samsudin: Datang ke Dukun Pasti Orang Bodoh!
-
Pesulap Merah Ditantang Adu Tembak, Netizen: Coba Berani Tidak Ditantang tuh
-
Demian Aditya Ingatkan Pesulap Merah yang Tak Percaya Santet: Harus Ngerasain Dulu
-
China Sebut Amerika Sebagai Penghasut Utama, Kompori Perang Ukraina Lalu Taktik Sama Dipakai 'Kompori' Taiwan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
-
Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan