Selebtek.Suara.com - Rara Istiati Wulandari atau yang lebih dikenal sebagai Mbak Rara pawang hujan berencana melayangkan somasi untuk Pesulap Merah. Ia tidak terima dengan pernyataan pria bernama Marcel Radhival itu yang menyebut pawang hujan kerap cek ramalan cuaca di Google untuk menentukan ramalannya.
Somasi tersebut disampaikan oleh Minola Sebayang, selaku pengacara Rara. Rencananya, Rara Pawang Hujan didampingi kuasa hukum akan memberikan konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2022).
"Dr Minola Sebayang selaku kuasa hukum Mbak Rara (Pawang Hujan) akan memberikan keterangan pers terkait klarifikasi dan somasi terbuka kepada Marcel Radhival (Pesulap Merah) berkaitan dengan pernyataan-pernyataan dan tayangan-tayangan dari Pesulap Merah tentang profesi Mbak Rara sebagai pawang hujan yang patut diduga bersifat menghina Mbak Rara yang berprofesi sebagai pawang hujan," Tulis Minola Sebayang dalam pesan yang dibagikan kepada media, sebagaimana dilansir Suara.com, Kamis.
Saat hadir di konten Arie Untung beberapa waktu lalu, Pesulap Merah membahas soal pawang hujan. Eksistensi pawang hujan diketahui sempat naik karena penampilan Rara di pagelaran MotoGP pada Maret 2022.
"Pawang hujan itu kan sebenarnya 50:50 kan. 50 persen berhasil, 50 persen gagal," ujar Pesulap Merah.
Pesulap Merah menyebut sangat mudah menjadi pawang hujan di jaman sekarang. Menurutnya, pawang hujan juga melihat ramalan cuaca di Google.
"Sebenernya untuk jadi pawang hujan di zaman sekarang gampang. Sekarang Bang Arie nih, tanggal berapa butuh penghujan? Tanggal 10 nih. 'Oh iya bentar ya, saya cek jadwal dulu'," ungkap Pesulap Merah.
"Sebenernya nggak ngecek jadwal. Buka Google, ramalan cuaca tanggal 10. Kalau hujan bilang aja 'Oh saya sudah ada jadwal'. Kalo nggak hujan, berarti ada kesempatan nggak hujan," sambungnya.
"Walaupun ada kemungkinan gagal juga kan perkiraan cuaca.Tinggal siapin alasan-alasan ketika gagal doang," tandasnya.
Baca Juga: Kuota BBM Subsidi Selalu Cepat Habis, Ekonom Ungkap Penyebab dan Solusi Mengatasinya
Terkait ucapan Pesulap Merah, awalnya Rara Pawang Hujan Rara menyebut apabila semua orang punya kebebasan berpendapat. Rara juga merasa dirinya bukan satu-satunya pawang hujan sehingga tidak harus merasa tersinggung.
Rara juga menyentil Pesulap Merah agar lebih aktif mengecek berita kesuksesan acara yang ditanganinya. Beda dengan Pesulap Merah yang menyebut peluang Pawang Hujan adalah 50:50, Mbak Rara yakin apabila kegagalannya hanya 10 persen.
"Aku sering bilang bisa saat jadi pawang hujan bisa saja jitu cerah banget bisa saja gagal hanya kegagalan 10 persen 90 persen sukses," ujar Rara.(*)
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Setelah Gus Samsudin dan Dukun, Kini Rara Pawang Hujan Ikut Layangkan Somasi ke Pesulap Merah
-
Mbak Rara Somasi Pesulap Merah yang Dinilai Hina Pekerjaan Pawang Hujan
-
Dinilai Hina Pekerjaan Pawang Hujan, Giliran Rara Somasi Pesulap Merah
-
Rara Pawang Hujan Somasi Pesulap Merah, Dituduh Menghina Pawang Hujan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
Terkini
-
Uangnya Kelihatan Baru, Eh Ternyata Palsu! Penjual Jamu di Blitar Jadi Korban
-
Nikmati Weekday Brunch All You Can Eat Mulai Rp150.000 dengan City View di Manhattan Hotel Jakarta
-
Bulog Bangun Pabrik Raksasa Pengolah Beras Kapasitas 120 Ton di Lampung Timur
-
Review Frankenstein: Kisah Tragis dan Ambisi Manusia yang Melawan Kematian
-
Romantisnya Kebablasan, Pasutri Diciduk Polisi Usai Jadi Pengedar Sabu di Lamongan
-
Gelapkan Dana Siswa Ratusan Juta, Kepala SMA di Kepri Ditangkap
-
Kasus Keracunan MBG Disorot, Guru Besar UGM Sebut SPPG Dibebani Produksi Berlebihan
-
IHSG Masih Melempem Hari Ini, Saham Prajogo Melesat
-
Rayakan HUT ke-70, Yuk Seru-seruan di Danamon Festival!
-
Dukung Petani Blora, Bulog Tingkatkan Kolaborasi demi Menjamin Penyerapan Tebu