/
Rabu, 07 September 2022 | 17:27 WIB
Jubir Ponpes Gontor menyampaikan pernyataan resmi Ponpes (Instagram/@pondok.modern.gontro)

"Dari pihak ponpesnya bilang anak saya meninggal karena sakit, dia meninggalnya jam 06.45 WIB, kami dikabari jam 10.00 WIB. Tapi kami menduga dia meninggal akibat mengalami tindak kekerasan," beber Soimah dengan terisak.

Menurut Soimah, anaknya tidak pernah mengadukan sakit. Namun, tiba-tiba pengasuhan pondok memberikan kabar bahwa anaknya meninggal dunia pada Senin pukul 10.20 WIB.

Padahal, di surat keterangan yang Soimah terima, anaknya meninggal pukul 06.45 WIB. Menurutnya, rentang waktu itu menjadi pertanyaan bagi keluarganya. 

"Karena mendengar berita itu kami shock dan tidak bisa berpikir apa-apa. Kami hanya berharap kedatangan ananda ke Palembang meskipun hanya tinggal mayat," ungkap Soimah.

Kemudian pada Selasa (23/8/2022) jenazah Albar Mahdi diantar pihak pondok yang diwakili oleh ustaz Agus, Dihadapan keluarga dan pelayat pihak Gontor mengatakan almarhum terjatuh akibat kelelahan mengikuti Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum).

Kendati demikian, banyak laporan dari wali santri yang mengatakan kronologi kejadian tidaklah seperti yang disampaikan perwakilan Ponpes. Akhirnya, Soimah bersama pihak keluarga meminta agar jenazah dibuka.

Soimah menuturkan belum pernah meminta visum dan membuat laporan karena pertimbangan nama baik Ponpes Gontir. Ia hanya melayangkan surat kepada Ponpes agar mengklarifikasi terkait penyebab meninggalnya Albar Mahdi, namun  tak mendapat balasan dari ponpes.

Sementara itu, Hotman Paris mengaku tidak puas dengan keputusan pihak pondok yang hanya mengeluarkan pelaku. Ia mendesak Kapolda Jawa Timur untuk segara menangkap para pelaku kekerasan.(*)

Baca Juga: Ekonomi Makin Terhimpit Usai Kenaikan Harga BBM, Buruh di Jogja Beberkan Besaran UMP Ideal

Load More