Selebtek.suara.com – Kasus tewasnya santri Gontor AM (17) asal Palembang, Sumatera Selatan sudah ditangani Polres Ponorogo, Jawa Timur. Kepolisian pun sudah menetapkan dua tersangka.
Dilansir dari Antara, Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo mengatakan dua tersangka itu adalah senior dari korban yakni MFA dan IH. Ia juga pernah mondok di Pesantren Modern Darussalam Gontor.
"Satu tersangka ini masih di bawah umur (17 tahun)," kata Catur dikutip dari Antara, Rabu (14/9/2022).
MFA (18) adalah santri dari Tanah Datar, Sumatera Barat, sementara IH (17) merupakan santri asal PAngkal Pinang, Bangka Belitung. Keduanya adalah kakak kelas dari AM.
"Penganiayaan terjadi pada Senin, 22 Agustus, atau tepat tiga hari setelah kegiatan Perkajum atau Perkemahan Kamis Jumat," tambah Catur.
Pada saat penganiayaan, kedua tersangka masih tercatat sebagai santri di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor. Namun, usai peristiwa tersebut, MFA dan IH langsung dikeluarkan.
Berdasarkan keterangan para saksi, penganiayaan dilakukan di ruang Perkap Pondok 1 Gontor. Mereka melakukan pemukulan ke arah kaki dan dada korban.
Korban AM serta dua orang saksi duduk di bangku kelas 5 (setala SMA kelas XI). Mereka dipanggil pelaku yang menjabat sebagai ketua sekaligus pengurus bagian perlengkapan kegiatan Perkajum.
Keduanya lantas bertanya soal kerusakan dan kehilangan barang inventaris pondok. Mereka kemudian melakukan pemukulan dengan dalih memberi hukuman.
Baca Juga: Resmi Diusulkan Jadi Pj Gubernur DKI Jakarta, Kasetpres Heru: Prosesnya Masih Jauh
Setelah pemukulan, korman AM terjatuh dan pingsan. Pelaku lalu membawa korbam ke IGD RS Yasyfin Pondok Mordern Darussalam Gontor menggunakan becak milik pesantren. Sayangnya, AM dinyatakan telah meninggal.
"Penetapan tersangka itu dilakukan setelah kami melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memintai keterangan saksi-saksi. Ada 20 saksi, di antaranya, ustaz Ponpes Gontor, santri, dokter RS Yasyfin Darussalam Gontor, petugas pemulasaraan, dan pihak keluarga korban," kata Catur.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Ponpes Modern Darussalam 1 Ponorogo. Polisi juga melakukan prarekonstruksi dan mengautopsi jenazah yang telah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Sei Selayur, Kalidoni, Palembang, Sumatera Selatan. (*)
Sumber: Suarariau.id
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
BPS Akui Data Desil Masyarakat Belum Siap
-
Polisi Sebut TL Slipi Aman Dilalui Pasca Demo Ricuh, Warga Tak Perlu Ragu Melintas
-
Media Singapura soal Demo 27 Agustus: Prabowo Sedang Berjuang Pulihkan Kepercayaan Publik
-
Kisah Sulaiman, Anak Petani dari Flores yang Kini Mengabdi di Sekolah Rakyat
-
Ketua MPR Jawab Isu 'Percepatan' Budi Arie: Demokrasi Bukan Soal Insting, Tapi Aturan
-
BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla
-
AI Terus Berkembang, Indonesia Perlu Perkuat Talenta Keamanan Siber
-
Pilihan Mobil Listrik Harga di Bawah Rp 200 Juta yang Dipasarkan di Indonesia
-
Ricuh Demo DPR: 322 Orang Ditangkap, 160 di Antaranya Masih Anak-anak
-
'Kami Tak Akan Hilangkan Nilai Tradisional', Komitmen Warga Sade Bangkit dari Puing Kebakaran