/
Selasa, 20 September 2022 | 18:43 WIB
Hotman Paris Hutapea (YouTube TRANS TV Official)

Selebtek.suara.com - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengaku sempat setuju menjadi kuasa hukum Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Ia bahkan diinginkan langsung oleh Putri Candrawathi untuk mendampingi suaminya. Hotman Paris dan Ferdy sambo juga sudah tawar menawar harga pelayanan. 

"Kasus Sambo, Irjen Pol Sambo melalui kuasa hukumnya minta saya jadi pengacaranya, katanya Ibu PC juga maunya Hotman Paris," ujar Hotman di Podcast Deddy Corbuzier yang tayang Selasa (20/9/2022).

"Jujur saya sudah sempat bilang iya [mau mendampingi Ferdy Sambo], dan harganya sudah disepakati," lanjutnya.

Namun pendampingan hukum urung tersebut dilakukan. Setelah berpikir selama tiga hari Hotman Paris pun memutuskan untuk menolak menjadi pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi karena beberapa alasan.

"Begitu saya bilang ke istri, istri saya ngamuk enggak boleh, begitu saya bilang si Frank [anak] dia ngamuk [bilang] emang bapak kurang duit? saya pusing," ujarnya lagi.

Hotman Paris akhirnya memutuskan untuk tidak bergabung menjadi kuasa hukum Ferdy Sambo.

Hotman Paris menyatakan bahwa dia sempat menyetujui karena laporan berkas yang diberikan oleh kuasa hukum Ferdy Sambo.

"Saya waktu itu mau karena saya sudah dapat data dari kuasa hukumnya seolah-olah ini [kasus Ferdy Sambo] bukan pembunuhan berencana tapi spontan," ungkap Hotman Paris.

Baca Juga: Profil Reza Arap, Musisi yang Diterpa Isu Perselingkuhan hingga Trending Twitter

Lebih lanjut Hotman menyebutkan bahwa kasus Ferdy Sambo adalah 'dream case' (kasus impian) bagi pengacara. Pasalnya kasus tersebut diperhatikan secara nasional dan pengacara akan muncul setiap hari.

"This is a dream case bagi pengacara karena mendapat perhatian nasional, nama kamu akan muncul setiap hari," imbuhnya.(*)

Sumber: Suara.com

Load More