Selebtek.suara.com - Di balik gemerlapnya dunia perfilaman, ada sebuah sisi kelam yang tak semua orang tahu. Salah satunya adalah tindakan pelecehan seksual di lokasi syuting.
Hal ini diakui oleh Kirana Larasati, seorang artis yang kini juga menjadi politikus. Kirana mengatakan pelecehan tersebut biasanya menimpa para ekstras atau figuran.
"Bukan rahasia umum juga kalau di lokasi syuting, pelecehan verbal itu banyak terjadi. Mungkin enggak ke peran utama, tapi ke ekstra itu sering banget," kata Kirana Larasati di kanal YouTube Daniel Mananta yang diunggah Selasa (27/9/2022).
Pelecehan ini menurut Kirana sudah menjadi rahasia umum. Ia pun memberi contoh bagaimana tindakan tersebut terjadi saat proses syuting.
Bermula saat pemain selesai menyelesaikan kalimat. Sesudahnya, mereka akan diminta menunjukkan ekspresi.
"Contoh ya, 'lebih sedih lagi, sedih lagi, kasih senyuman judes, misalnya jangan lupa keluarin lidahnya, melet, iya, basahin bibirnya'," ujar Kirana Larasati.
Ia menegaskan, "Oh itu pelecehan dong."
Meskipun orang yang meminta ekspresi tersebut menganggap hanya bercanda, namun menurut Kirana tetap saja hal tersebut mengarah pada pelecehan seksual.
"Kita yang perannya besar bisa 'apaan sih lu?' Kalau mereka? Kayak enggak tahu kan harus gimana, kan kasihan," imbuh Kirana Larasati.
Namun, hal tersebut terjadi saat ia masih rajin syuting. Saat ini, Kirana mengaku tak tahu apakah hal itu masih ada atau tidak.
"Sekarang, enggak tahu ya, sudah jarang syuting. Semoga sudah membaik. Kalau enggak, laporin," kata artis 35 tahun ini.
Sebelumnya, Kirana Larasati juga bercerita mendapat pelecehan seksual saat duduk di bangku kelas 5 SD. Seorang pria berseragam SMA menghampirinya dan meremas bagian dada.
"Trauma yang aku rasakan seperti mau mati. Badan aku rasanya kotor, nggak berharga," terang Kirana Larasati. (*)
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring