Selebtek.suara.com - Mantan aisten rumah tangga (ART) Nathalie Holscher, Wati, mengaku tidak takut dengan somasi yang dilayangkan mantan bosnya tersebut.
Ia merasa tidak pernah memfitnah Nathalie Holscher ataupun mencemarkan nama baik mantan istri Sule itu.
"Aku gak takut karena aku gak ngerasa fitnah dia, gak pernah merasa mencemarkan nama baiknya. Selagi aku masih benar mengapa harus takut," ujar Wati, dikutip dari youTube Seleb Oncam News, Minggu (30/10/2022).
Didampingi kuasa hukumnya, Krisna Murti, Wati menyampaikan klarifikasi terhadap somasi dari Nathalie yang dilayangkan pada 19 Oktober lalu.
"Kita akan melakukan klarifikasi dahulu terhadap somasi terbuka yang dilakukan oleh Nathalie," ujar Krisna Murti.
Menurut Krisna Murti, Wati siap menerima langkah hukum yang akan dilakukan oleh Nathalie Holscher.
"Buat Wati sih siap-siap saja ya," tanya Krisna Murti.
"Siap saja, kalau kita benar ngapain kita takut," tutur Wati.
Dalam somasi tersebut, Nathalie meminta Wati menyampaikan permohonan maaf dalam waktu 3x24 jam. Jika hal itu tidak dilakukan maka ibu satu anak itu akan melakukan tindakan hukum lebih lanjut.
Baca Juga: Coki Pardede Sebut Ardhito Pramono Dibenci di Tempat Rehabilitasi Narkoba
Sementara itu batas waktu yang diberikan Nathalie telah habis. Wati pun mengaku telah siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
"Sudah habis, sudah seminggu yang lalu lewat," ungkap Wati.
Wati merasa diancam oleh Nathalie Holscher
Wati merasa diancam oleh Nathalie Holscher gara-gara unggahan status WhatsAppnya.
"Awalnya dia ngirim aku statusnya, dia bilang (dalam chat) 'apa ini? bukannya mbak yang pengen keluar dari sini kok jadi aneh sih, orang niat kerja jangan ada sifat iri dengki gitu, masalah bos juga gak usah ikut campur karena beda ranah " kata Wati membacakan isi chat Nathalie Holscher yang dikirimkan padanya.
"Tapi jika nanti ada sesuatu terjadi saya tahu itu kamu, saya gak akan tinggal diam, sudah tahu kan sifat saya kalau sudah gak suka sama orang," lanjut Wati.
Berita Terkait
-
Data KTP Disebar, Mantan ART Balik Ancam Polisikan Nathalie Holscher
-
Diledek Kisah Cinta Seperti FTV 'Ku Tunggu Jandamu', Begini Reaksi Mantan Nathalie Holscher
-
Mantan ART Sebut Nathalie Holscher Mengancam dan Keceplosan Sebut Nama Faris
-
Belum Lama Dekat Lagi, Mantan Pacar Nathalie Holscher Sudah Punya Chemistry dengan Baby Adzam
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan