/
Rabu, 07 Desember 2022 | 09:45 WIB
Lord Rangga Eks petinggi Sunda Empire (Twitter/@d0ncarlo)

Dalam sebuah wawancaranya di hadapan para wartawan pada Oktober 2020, Lord Rangga menyebut bahwa dunia harus ditata kembali

"Dunia ini harus ditata kembali dan kita memasuki dunia ketiga. Siapa yang peduli itu nuklir diledakkan sementara istri dan anak mereka diselamatkan. Ada yang berani melawan 10 itu?" ujar Lord Rangga.

Sebelumnya, tidak diketahui apa maksud Lord Rangga menyebut nuklir diledakkan dan ditujukan untuk siapa "10 itu".

Namun, warganet menghubungkan bahwa itu ditujukan untuk serangan Rusia ke Ukraina. Sementara itu, angka 10 ditujukan pada 10 negara yang mendukung Rusia jika invasi menjadi perang dunia ketiga.

3. Invasi Rusia ke Ukraina

Pada Oktober 2021, Lord Rangga diundang dalam sebuah podcastdan membuat pernyataannya soal nuklir. Hal itu kembali dihubungkan dengan peristiwa masa kini, yakni invasi Rusia ke Ukraina.

"Negara-negara yang rame-rame membuat nuklir. Yang masalah parahnya lagi, ini siap untuk diledakkan," ucapnya.

Pernyataannya itu lalu dihubungkan dengan senjata rudal balistik RS-24 Yars yang keluar kandang beriringan dari Teikovo ke Alabino dekat Moskow pada Februari 2022.

4. Pengunduran diri PM Inggris, Boris Johnson

Baca Juga: Korban Bus Wisatan Semarang yang Terjun ke Jurang Plaosan Magetan Dapat Santunan Rp 500 Juta

Pengunduran diri Boris Johnson sebagai Perdana Mentri Inggris rupanya sudah diprediksi oleh Lord Rangga sejak 2 tahun lalu.

Saat diwawancarai oleh sebuah stasiun televisi, Lord Rangga mengaku bahwa Sunda Empire bersahabat dengan Amerika hingga Belanda. Menurutnya, dalam membangun bangsa tidak cukup bila hanya di internal saja, tetapi posisi tatanan Indonesia juga harus dioerhatikan.

"Semua negara terutama Amerika kita bersahabat, dan Inggris bersahabat semua bersahabat Belanda pun bersahabat," ungkap Lord Rangga.

Kemudian, dia dengan lantang mempertanyakan soal kondisi dunia saat ini, termasuk soal Paul Paulus dan Presiden Bank dunia mengundurkan diri dan PM Inggris mundur.

"Coba simak, dengan kondisi keadaan bangsa ini kenapa kemarin paul Paulus mengundurkan diri, Kenapa presiden Bank Dunia mengundurkan, padahal enak kok. Dan juga kenapa Perdana Menteri Inggris mengundurkan diri. Jadi, persoalan-persoalan ini adalah harus disimak. Karena, membangun bangsa ini tidak cukup hanya melihat persoalan yang ada di internal kita dalam Indonesia," tegasnya.

Boris Johnson mengundurkan diri pada 7 Juli 2022, usai dirinya ditinggalkan para pendukungnya, yaitu para menteri dan anggota parlemen Partai Konservatif.(*)

Load More