Dalam sebuah wawancaranya di hadapan para wartawan pada Oktober 2020, Lord Rangga menyebut bahwa dunia harus ditata kembali
"Dunia ini harus ditata kembali dan kita memasuki dunia ketiga. Siapa yang peduli itu nuklir diledakkan sementara istri dan anak mereka diselamatkan. Ada yang berani melawan 10 itu?" ujar Lord Rangga.
Sebelumnya, tidak diketahui apa maksud Lord Rangga menyebut nuklir diledakkan dan ditujukan untuk siapa "10 itu".
Namun, warganet menghubungkan bahwa itu ditujukan untuk serangan Rusia ke Ukraina. Sementara itu, angka 10 ditujukan pada 10 negara yang mendukung Rusia jika invasi menjadi perang dunia ketiga.
3. Invasi Rusia ke Ukraina
Pada Oktober 2021, Lord Rangga diundang dalam sebuah podcastdan membuat pernyataannya soal nuklir. Hal itu kembali dihubungkan dengan peristiwa masa kini, yakni invasi Rusia ke Ukraina.
"Negara-negara yang rame-rame membuat nuklir. Yang masalah parahnya lagi, ini siap untuk diledakkan," ucapnya.
Pernyataannya itu lalu dihubungkan dengan senjata rudal balistik RS-24 Yars yang keluar kandang beriringan dari Teikovo ke Alabino dekat Moskow pada Februari 2022.
4. Pengunduran diri PM Inggris, Boris Johnson
Baca Juga: Korban Bus Wisatan Semarang yang Terjun ke Jurang Plaosan Magetan Dapat Santunan Rp 500 Juta
Pengunduran diri Boris Johnson sebagai Perdana Mentri Inggris rupanya sudah diprediksi oleh Lord Rangga sejak 2 tahun lalu.
Saat diwawancarai oleh sebuah stasiun televisi, Lord Rangga mengaku bahwa Sunda Empire bersahabat dengan Amerika hingga Belanda. Menurutnya, dalam membangun bangsa tidak cukup bila hanya di internal saja, tetapi posisi tatanan Indonesia juga harus dioerhatikan.
"Semua negara terutama Amerika kita bersahabat, dan Inggris bersahabat semua bersahabat Belanda pun bersahabat," ungkap Lord Rangga.
Kemudian, dia dengan lantang mempertanyakan soal kondisi dunia saat ini, termasuk soal Paul Paulus dan Presiden Bank dunia mengundurkan diri dan PM Inggris mundur.
"Coba simak, dengan kondisi keadaan bangsa ini kenapa kemarin paul Paulus mengundurkan diri, Kenapa presiden Bank Dunia mengundurkan, padahal enak kok. Dan juga kenapa Perdana Menteri Inggris mengundurkan diri. Jadi, persoalan-persoalan ini adalah harus disimak. Karena, membangun bangsa ini tidak cukup hanya melihat persoalan yang ada di internal kita dalam Indonesia," tegasnya.
Boris Johnson mengundurkan diri pada 7 Juli 2022, usai dirinya ditinggalkan para pendukungnya, yaitu para menteri dan anggota parlemen Partai Konservatif.(*)
Sumber: Berbagai sumber
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Guna Hemat Anggaran, Pemkab Bogor Resmi Setop Kebijakan Sewa Kendaraan Dinas
-
Warga Dukung MBG Demo di DPRD Sumsel, Siapa Sebenarnya Massa yang Turun ke Jalan?
-
Lebih dari Sekadar Panutan: Cara Anak Sulung Mengembangkan Diri Bersama di Persulungan
-
Kasus Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Sebut Ada Kekerasan Berbasis Gender yang Ekstrem
-
Menurut Feng Shui, Lukisan Sebaiknya Dipajang di Mana? Ini Lokasi yang Bisa Bikin Hoki
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Kejari Tangsel Bongkar Dugaan Korupsi di Pegadaian, Kepala Unit Layanan Syariah Jadi Tersangka
-
Ekspor Mobil Buatan Indonesia Tancap Gas, Naik 31,4 Persen
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
Menakar Kontrol Sosial Masyarakat Modern Lewat Kasus Penyekapan di Bandung