Selebtek.suara.com - Sampai sekarang, Putri Candrawathi masih mengaku kalau dirinya diperkosa bahkan sampai dibanting oleh ajudan suaminya itu. Brigadir J pun tewas di tangan Ferdy Sambo setelah mengaku tak terima atas apa yang diperbuat Brigadir J.
Namun, kejanggalan demi kejanggalan diungkap oleh pakar psikologi forensik Indragiri Amriel atas pengakuan Putri Candrawathi yang mengalami kekerasan seksual oleh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Magelang.
1. Putri tak melewati tahap pemulihan trauma
Dalam pemulihan trauma kejahatan seksual, ada beberapa tahap yang harus dilalui, mulai dari mengatasi perasaan takut, kemudian memulihkan ingatan dan berinteraksi kembali dengan orang yang disebut menjahati secara seksual (reconnecting to others). Namun tahap ini seakan tak terjadi pada istri Ferdy Sambo.
Reza mengatakan berdasarkan keterangan Ricky Rizal, Putri Candrawati sempat mencari Brigadir J. Kemudian Brigadir j diketahui menghadap Putri yang disebut-sebut telah melakukan pemerkosaan.
"Secepat itukah PC bisa langsung pulih dan melompat ke fase ketiga? Dan reconnecting to others itu adalah berinteraksi kembali dengan orang yang dia sebut telah menjahatinya secara seksual beberapa menit sebelumnya," kata Reza.
2. Obrolan Putri dan Brigadir J yang mencurigakan
kejanggalan lain yakni pembicaraan empat mata antara Putri Candrawathi dan Brigadir J selama 15 menit di kamar Putri. Sebagai ahli forensik ia mempertanyakan jika obrolan itu setara.
Ia cukup yakin kalau obolar Putri dan Brigadir J merupakan obrolan dimana satu pihak mengendalikan pihak lain.
"Dalam obrolan yang diwarnai relasi kuasa semacam itu, didiktekanlah skenario untuk menutup-nutupi apa yang telah terjadi. Skenario itu yang terwakili oleh perkataan Y (Brigadir J) saat dia dipanggil FS, 'Kenapa, Pak? Ada apa, Pak?'" ungkap Reza.
Menurut reza, klaim pemerkosaan hanya untuk menutupi hal yang sebenarnya di Magelang. Putri seperti menyelamatkan diri dengan strategi relabelling atau tuduhan (narasi) palsu (false accusation) tentang apa yang dilakukan Brigadir J.
"Tragisnya, relabelling itu lantas ditelan bulat-bulat oleh FS. Pengalaman investigasinya selaku anggota Polri tak berfungsi. Relasi kuasa akhirnya makan korban, Y kehilangan nyawa," kata Reza. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Jakarta Pertamina Enduro Sikat Electric PLN 3-0, Servis Mematikan Jadi Kunci Kemenangan
-
Peringkat Kredit Indonesia di Moodys Tetap Baa2, Alarm Bagi Kepercayaan Investor?
-
Review Film Warrior (2011): Drama Keluarga Mengharukan di Balik Ring MMA
-
Persib Bandung Gaet Sergio Castel: 5 Poin Penting Rekrutan Anyar Pangeran Biru
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
DPR RI Awasi Pengembangan Kawasan Wisata di Area Rencana Proyek Giant Sea Wall
-
Waspadai Malut United, Bojan Hodak Sesumbar Siapkan Kejutan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
Media Italia Bongkar Isi Pembicaraan Jay Idzes dengan John Herdman