Selebtek.suara.com - Ivana Yoan, kakak dari Agnes Gracia Haryanto (AGH) salah satu pelaku dalam kasus penganiayaan terhadap David (D), anak pengurus GP Ansor buka suara terkait kasus yang menjerat sang adik.
Melalui video yang diunggah kanal YouTube Najwa Shihab, Ivana Yoan membeberkan kronologi kejadian penganiayaan sadis yang dilakukan Mario Dandy Satriyo (MDS) dari sisi AGH.
Ia mengaku berani berbicara karena tak tahan dengan derasnya gempuran pemberitaan yang menyudutkan AGH.
“Jadi sebenarnya, MDS ini mengetahui perilaku tak menyenangkan yang dilakukan oleh D kepada AGH itu melalui saksi APA,” ujar Ivana Yoan, dikutip Selebtek.suara.com, Sabtu (4/2/2023).
Setelah mendapat informasi tersebut, MDS selalu meminta bertemu dengan D setiap bertemu dengan AGH
"MDS setiap kali bertemu dengan AGH, selalu mengungkit terkait kapan nih bisa ketemu dengan D," sambungnya.
Ivana Yoan juga menjelaskan bahwa AGH telah berencana mengembalikan kartu pelajar kepada D jauh sebelum kejadian penganiayaan.
Pada Senin (20/2/2023), MDS menjemput AGH setelah pulang sekolah, namun tidak berencana untuk menghampiri D.
"Memang tidak ada rencana awal untuk menghampiri kediaman D sama sekali karena sebenarnya mereka hanya ingin ketemu dan pergi bareng aja waktu itu," jelas Ivana Yoan.
Baca Juga: Bertemu Sri Sultan HB X Selama Dua Jam Lebih, Kapolri Sampaikan Hal Ini
Saat itu, AGH ingat bahwa kartu pelajar milik D berada di tas miliknya. MDS pun meminta AGH menghubungi D untuk bertemu.
Namun, MDS menyuruh AGH berbohong dengan mengatakan pada D dirinya sedang bersama kakaknya dan minta bertemu di Senayan
"Yang perlu ditekankan, MDS menyuruh AGH untuk bertemu di Senayan dan menyuruh AGH berbohong bahwa AGH sedang bersama kakaknya," ujar Yoan.
"Kemudian D bertanya, 'kakak lo bukannya nggak lagi disini?' Kemudian MDS menyuruh AGH menjawab, 'kakak sepupu maksudnya'," lanjutnya.
AGH berusaha mengulur waktu pertemuan MDS dengan D
Ivana Yoan mengungkapkan AGH merasa tidak nyaman harus berbohong untuk bertemu D. Akhirnya AGH berusaha untuk mengulur waktu pertemuan dengan meminta pergi ke salon.
AGH minta diantar pulang ke rumah dulu kemudian mereka berangkat lagi ke salah satu mal di Bintaro untuk melakukan perawatan.
Selama menunggu AGH melakukan perawatan di salon, MDS menjemput temannya, yaitu Shane Lukas (S). Rupanya telah memiliki pembicaraan sendiri tanpa sepengetahuan AGH.
"MDS dan S sudah mempunyai pembicaraan sendiri. Jadi S ini berkata ke MDS 'wah parah sih, kalo gua jadi lo, gua gak terima, parah tuh'," papar Yoan.
Ivana Yoan menegaskan pernyataan tersebut telah dikonfirmasi melalui berita acara pemeriksaan (BAP) yang sudah dibuat.
Kakak AGH ini juga menegaskan bahwa saat itu adiknya baru pertama kali bertemu dengan S. Hingga mereka bertemu tidak ada pembicaraan terkait pertemuan dengan D.
AGH, MDS, dan S pergi menemui D
Mereka bertiga akhirnya pergi menuju rumah D di kawasan Lebak Bulus, namun saat itu D sedang tidak berada di kediamannya melainkan di rumah saksi R di daerah Pesanggrahan.
Mereka pun berangkat menemui D karena AGH ingin mengembalikan kartu pelajar dan MDS bermaksud bicara baik-baik pada D.
"Jadi yang memang AGH tahu, AGH hanya ingin mengembalikan kartu pelajarnya dan MDS ingin berbicara baik-baik dengan D," ujarnya.
Sesampainya di rumah R, AGH sempat mengingatkan MDS agar masalah terkait dugaan perbuatan tidak baik D diselesaikan dengan baik-baik.
Ivana Yoan mengatakan, orang pertama yang memutuskan untuk masuk ke area rumah R adalah MDS, diikuti S dan AGH.
MDS meminjam handphone AGH untuk mengirim voice note kepada D dan memintanya untuk turun menemui mereka.
"Awalnya memang dilakukan baik-baik, namun disitu ada beberapa VN (voice note) yang akhirnya intonasi dari MDS ini juga semakin meninggi, contohnya seperti kata-kata 'lo yang turun atau gue yang naik," ujarnya.
Lalu, D pun keluar dan menemui mereka. Saat itu lah AGH menyerahkan kartu pelajar milik D.
Detik-detik penganiayaan D
Setelah menyerahkan kartu pelajar, MDS meminta AGH untuk pergi karena ia ingin berbicara dengan D.
Awalnya mereka memang ngobrol baik-baik, namun setelah AGH kembali usai mengambil minum di mobil ternyata D sudah dalam posisi push-up.
"MDS ini menyuruh D push up di sini," ujar Yoan.
Ketika itu, satpam di perumahan R yang sedang patroli menghampiri dan bertanya soal situasi mereka. MDS mengaku sedang COD dan satpam itu pun pergi.
Setelah satpam itu pergi, MDS tetap menyuruh D untuk melakukan push up dan meminta S merekam kejadian tersebut menggunakan handphone miliknya.
"Jadi yang merekam kejadian itu adalah S menggunakan hp milik MDS," kata Yoan.
Ivana menjelaskan di akhir video, S mengoper handphone itu ke AGH karena ingin menghampiri korban. Adiknya secara reflek menerima handphone tersebut karena syok dengan peristiwa yang terjadi.
"AGH di sini refleknya ya menerima saja karena dia syok," ucap Yoan.
Yoan juga menyebut saat merekam kejadian, AGH tidak tertawa seperti yang diberitakan
"Yang lumayan banyak disinggung adalah suara seperti tertawa, sebenarnya tidak ada yang tertawa di situ dari pihak AGH," bantah Yoan.
“AGH sama sekali tidak menunjukkan ekspresi senang, dan malah sebaliknya ia takut makanya refleksnya mengalihkan pandangan aat itu,” tegasnya.
Di akhir kejadian, Yoan mengatakan ibu dari R datang dan berteriak hingga membuat AGH tersentak dari syoknya dan langsung mematikan handphone tersebut.
Dalam video tersebut Yoan juga membantah AGH melakukan selfie di atas tubuh korban. Ia menyebut adiknya menopang kepala D di pangkuannya dan memegang tangan D.
“Terkait isu selfie yang beredar, itu tidak benar. Inipun disaksikan langsung oleh ibu dari R yang pada saat itu melihat AGH juga menopang kepala D di pangkuannya dan tangan kirinya memegang tangan D dan membisikkan kepada D agar tenang dan mengatur nafas,” bebernya.
Tak lama setelah itu datang 4 orang satpam yang menginterogasi S dan MDS. AGH sendiri diminta untuk masuk ke dalam mobil. Kemudian pihak kepolisian datang dan membawa mereka.(*)
Tag
Berita Terkait
-
Agnes Mundur dari Sekolah, Warganet: Blacklist dari Perusahaan Manapun!
-
Beda Nasib AG dan 2 Kasus Anak Lain, Tetap Jadi Tersangka Meski di Bawah Umur
-
Kak Seto Larang Publik Diskriminasi AG dalam Kasus Mario Dandy, Netizen: Sahabat Anak Orang Kaya
-
Sebelum jadi Tersangka, AG Pacar Mario Dandy Diam-diam Keluar dari SMA Tarakanita 1 Jakarta!
-
Rafael Dicurigai Hindari Pajak dan Pencucian Uang, KPK Harus Periksa Cleaning Service Ahmad Saefudin
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
Karina Ranau Protes, Foto Almarhum Epy Kusnandar Dipakai Jual Jaket Kang Mus
-
Bukan Zonasi, Penerimaan Siswa Baru di Pekanbaru Beralih ke Sistem Domisili
-
Dipuji Jangan Terbang, Dihina Jangan Tumbang:Seni Menjaga Diri di Tengah Tekanan
-
Game Zombie State of Decay 3 Bangkit Lagi, Fase Uji Coba Segera Dibuka
-
Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan
-
Imbas Konflik Global, Harga Kantong Plastik hingga Besek di Sukabumi Naik Drastis 70 Persen
-
Minim Menit Bermain di Persija, Shayne Pattyanama Berpeluang Hengkang?
-
Di momen Ramadhan, Jusuf Kalla mengadakan sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak
-
Redmi G25 2026 Resmi Debut, Monitor Gaming Termurah dengan Refresh Rate 300 Hz
-
7 Rekomendasi HP Memori 256 GB Terbaru April 2026: Harga Terjangkau, Chipset Ngebut!