- Jusuf Kalla menerima kunjungan akademisi dan profesional di kediamannya, Jakarta Selatan, selama bulan Ramadan tahun ini.
- Para tamu menyampaikan aspirasi serta saran kebijakan mengenai kondisi negara untuk Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah.
- Jusuf Kalla telah menyerahkan dokumen berisi enam halaman saran tersebut melalui kantor kepresidenan dan pihak terkait.
Suara.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) menjelaskan ihwal sejumlah pertemuan yang digelar di kediamannya pada Ramadan tahun ini. JK menegaskan tidak mengundang, melainkan menerima kehadiran para tamu yang ingin berkunjung.
Jusuf Kalla menjelaskan sejumlah pihak yang bertamu ke rumahnya di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, dalam rangka menyampaikan aspirasi serta saran sebagai profesional dan akademisi, bukan orang partai. Saran yang disampaikan melalui JK ditujukan untuk pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto.
"Saya juga ingin sampaikan bahwa pertemuan-pertemuan di sini pada bulan Ramadan yang lalu, itu sama sekali saya tidak undang dan mereka teman-teman itu datang atas kemauan sendiri untuk menyampaikan aspirasi dan saran," kata JK di kediamannya, Minggu (5/4/2026).
"Dan mereka itu teman-teman itu sebagian besar orang akademisi, orang universitas, akademisi dan profesional. Tidak ada orang partai dan sebagainya, apa pun. Semua profesional dan akademisi, profesor, dengan niat baik untuk memberikan saran, saran kebijakan kepada bapak presiden." sambung JK.
JK menegaskan pembicaraan dilakukan secara terbuka dan tidak ada pembahasan lain, kecuali saran dan aspirasi.
"Anda sebagian hadir kan di situ? Terbuka sama sekali. Silakan itu, itu hanya saran untuk kebijakan. Dan itu untuk bapak presiden. Ya, bapak presiden," kata JK.
Saran dari akademisid dan profesional tersebut kemudian dihimpun dan disampaikan JK kepada Prabowo. Ada enam halaman yang berisikan perihal ekonomi, diplomasi, pemerintah daerah, sistem pemerintahan, dan kondisi terkini.
"Itu semua dalam saran untuk bapak presiden sebagai warga negara dalam lembaga demokrasi. Itu kita semua wajib atau ingin menyampaikan secara demokrasi, secara demokrat hal-hal yang menurut pengalaman, saya ini 20 tahun di pemerintahan dan semua juga ada bekas dubes, bekas menteri. Itu semua mempunyai pengalaman, memberikan saran-saran yang baik dalam menghadapi situasi yang kritis ini," tutur JK.
JK menjelaskan saran dan aspirasi untuk Prabowo dikirim melalui kantor presiden. Selain untuk Prabowo, saran dan aspirasi juga ditujukan untuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto*
Baca Juga: Siasat Cegah Defisit, JK Sarankan Pemerintah Evaluasi Anggaran dan Kurangi Subsidi
JK sekaligus menegaskan perihal isi pertemuan yang sebatas membahas saran dan aspirasi untuk pemerintah.
"Dan sudah saya sampaikan lewat kantor Bapak Presiden. Ini buktinya. Anda boleh lihat. Jadi sudah diterima oleh kantor beliau, mudah-mudahan sudah dibaca. Jadi ini terbuka dan memang niatnya untuk memberikan saran. Bukan niatnya untuk seperti ingin menjatuhkan, ndak sama sekali. Ini saran tentang keadaan situasi," kata JK.
JK mengaku akan menyampaikannya kembali secara langsung kepada Prabowo bila mendapat kesempatan waktu untuk bertemu.
"Ya presiden kan sangat sibuk sehingga kadang-kadang susah untuk ketemu. Tapi kalau beliau ada waktu saya bersedia untuk hadir, datang untuk menyampaikan apa itu. Termasuk ke pak menko perekonomian dan kalau itu sudah sudah dia pelajari," kata JK.
Berita Terkait
-
Siasat Cegah Defisit, JK Sarankan Pemerintah Evaluasi Anggaran dan Kurangi Subsidi
-
Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Danai Isu Ijazah Jokowi
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang
-
Bukan ke Iran! Jubir Bongkar Agenda Asli JK di Tengah Video Viral Dalam Pesawat
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!
-
Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite
-
Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan
-
Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan
-
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM