Selebtek.suara.com - Ibunda Ferry Irawan, Hariati masih belum menerima kenyataan bahwa putranya menjadi tersangka kasus KDRT terhadap Venna Melinda. Terlebih Ferry harus dipenjara atas laporan yang dilayangkan Venna Melinda.
Menurut Hariati, laporan Venna belum tentu kebenarannya dan dirinya juga yakin jika Ferry tidak melakukan seperti yang disangkakan.
"Kalau anak saya salah pasti mami akan menyalahkan anak saya, tapi ini kan belum terbukti," kata Hariati dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Menurut Hariati penahanan Ferry tidak perlu dilakukan karena polisi belum mengantongi cukup bukti. Sementara soal KDRT dirinya memang tak setuju jika perempuan disakiti.
"Tapi ya mami mendukung kalau perempuan itu tidak harus di KDRT. Kalau misalnya Ferry salah pasti mama akan salahin, tapi ini kan belum cukup buktinya," urainya.
Lebih lanjut Hariati menyebut dalam kasus putranya polisi sudah pilih kasih.
Pada momen tersebut, Hariati membawa pasukan emak-emak alias ibu-ibu yang merupakan perempuan korban KDRT tapi laporannya masih mandek. Sementara terhadap putranya sudah langsung diproses dijadikan tersangka dan ditahan.
"Lihat ini ibu-ibu udah bertahun-tahun belum juga dapat keadilan, tapi anak saya dua minggu langsung diproses," katanya.
Oleh sebab itu, Hariati meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak membeda-bedakan laporan dari artis maupun masyarakat biasa.
Baca Juga: Ketahuan Bejatnya! Ternyata Alshad Ahmad Menikahi Nissa Asyifa Sepekan Usai Rayakan HUT Tiara Andini
"Jangan dibeda-bedainlah, memang apa sih bedanya artis sama orang biasa?" kata Hariati.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus