- Polda Metro Jaya menetapkan Saepul sebagai tersangka pembunuhan berencana disertai mutilasi terhadap Kunaefi di Depok.
- Pelaku merencanakan pembunuhan tersebut di sebuah kontrakan di Cipayung untuk menguasai harta benda milik korban.
- Polisi menangkap tersangka di Pandeglang, Banten, setelah pelaku membuang jasad korban yang dibungkus plastik dan karung.
Suara.com - Polda Metro Jaya menetapkan Saepul alias Saepullah (26), tersangka pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51) di Depok, dengan sangkaan pasal pembunuhan berencana. Penyidik menduga pelaku sejak awal telah merencanakan pembunuhan demi menguasai harta benda milik korban.
Kanit I Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendra Kartika mengatakan, hasil penyelidikan sementara menemukan adanya unsur perencanaan sebelum pembunuhan dilakukan.
“Pelaku ingin melakukan pencurian motor dan barang-barang milik korban, untuk menguasai barang milik korban, dan adanya niat untuk membunuh korban,” ujar Dimitri kepadan wartawan, Kamis (6/8/2026).
Atas dasar temuan tersebut, penyidik menetapkan Saepul sebagai tersangka pembunuhan berencana. Penjual pisang cokelat (piscok) yang biasa mangkal di kawasan Stasiun Pondok Cina, Depok, itu dijerat dengan Pasal 459 dan atau Pasal 458 KUHP.
“Sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana dan atau pembunuhan Pasal 459 dan atau 458 KUHPidana,” ungkap Dimitri.
Dugaan Gay
Sebelumnya, penyidik juga mengungkap temuan lain yang masih didalami untuk mengungkap motif pembunuhan tersebut.
Polisi menduga Saepul merupakan penyuka sesama jenis, meski hingga kini hubungan antara pelaku dan korban disebut hanya sebatas saling mengenal.
Dalam penyidikan sementara, polisi menemukan bahwa Saepul dan Kunaefi berkenalan melalui media sosial sebelum sepakat bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026.
Baca Juga: Sosok Kunaefi Korban Mutilasi Depok: Dikenal Pendiam dan Rajin Beribadah di Musala
Pertemuan itu diduga berakhir dengan pembunuhan. Saepul menusuk perut korban, menggorok lehernya menggunakan pisau, lalu memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha.
Untuk menghilangkan jejak, jasad korban dibungkus plastik hitam dan karung sebelum dibuang di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Depok. Sementara kedua kaki korban diduga dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara.
Usai kejadian, Saepul sempat melarikan diri hingga akhirnya ditangkap tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Penyidik masih terus melengkapi alat bukti dan mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk mengungkap secara utuh motif di balik pembunuhan disertai mutilasi yang menggegerkan warga Depok tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek