/
Minggu, 18 Juni 2023 | 16:17 WIB
PWNU Jawa Barat Putuskan Memondokkan Anak ke Al Zaytun Haram Hukumnya (Instagram/@alzaytun_indonesia)

Selebtek.suara.com - Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat memutuskan bahwa hukum memondokkan anak-anak di pondok pesantren Al Zaytun adalah haram.

Keputusan itu diambil karena banyaknya polemik seiring penyimpangan-penyimpangan yang yang dianut Al-Zaytun.

"Dengan segala polemik yang muncul bagaimana hukum memondokkan anka ke pesantren Al Zaytun, diputuskan bahwa hukum memondokkan anak di pesantren Al Zaytun adalah haram," bunyi pernyataan sebagaimana dikutip dari Instagram @nu.channels, Minggu (18/6/2023).

Hukum memondokkan anak-anak di pondok pesantren Al Zaytun haram didasari pada tiga hal.

Pertama, membiarkan anak didik berada di lingkungan yang buruk karena di sana terjadi penyimpangan-penyimpangan.

Kedua, karena memilihkan guru yang salah untuk pendidikan anak.

Dan ketiga, memperbanyak jumlah keanggotaan jumlah kelompok yang menyimpang.

Penyimpangan-penyimpangan ajaran Islam yang dibuat pendiri ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang dianggap sudah tidak bisa ditolerir lagi.

Al Zaytun diketahui dengan sengaja mencampurkan shaf laki-laki dan perempuan saat pelaksanaan sholat Idul Fitri. 

Baca Juga: Link Nonton King The Land Sub Indo Selain di Indoxxi dan Rebahin, Drakor Baru YoonA dan Junho 2PM

Kemudian, Panji Gumilang mengajak jamaah  menyanyikan lagu kebangsaan umat Yahudi Havenu Shalom yang dianggap dapat menyerupai dan mensyiarkan tradisi agama lain.

Tak hanya itu, Panji Gumilang dikabarkan akan mendirikan pesantren Kristen dan gereja di dalam Ponpes Al Zaytun Indramayu. Hal ini diungkap langsung oleh sahabat Panji Gumilang yang beragama Kristiani yaitu, Robin Simanullang. 

Robin menyebut, bahwa pendeta dan Panji Gumilang berencana mendirikan gereja dan pesantren khusus umat Kristiani di Ponpes Al Zaytun.

Yang terbaru, ponpes berada di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat itu disebut-sebut memperbolehkan santri untuk berzina asalkan memiliki uang. 

Pernyataan ini disampaikan oleh mantan petinggi Negara Islam Indonesia (NII), Ken Setiawan saat berbincang di podcast di kanal YouTube Herri Pras beberapa waktu lalu.(*)

Load More