Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais berhasil nge-prank alias menipu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka lewat lelucon aksi People Power yang digelar Jumat (7/7) lalu di sekitar Gedung Umat Islam, Jalan Kartopuran, Solo, Jawa Tengah.
Aksi People Power yang sempat digembar-gemborkan Amien Rais bakal mengacak-acak Kota Solo pada kenyataannya hanya diikuti oleh segelintir orang.
Melalui aksi tersebut, Amien Rais membuat ancaman untuk mengajak publik menurunkan Presiden Joko Widodo dari kursi RI-1. Menurut Amien, di bawah kepemimpinan Jokowi, situasi Indonesia tak membaik.
"Mungkin memang perlu kita lengserkan. Jadi, para temen polisi dan intel yang hadir di sini, laporkan ke Pak Jokowi bahwa kita sudah sepakat di Kartopuran, insya Allah akan menggelar people power," kata Amien ketika berbicara di Kartopuran, Solo yang dikutip dari media sosial pada Rabu (14/6/2023).
Terkait ancaman Amien Rais yang akan mengacak-acak Kota Solo, Gibran juga sempat memberikan tanggapan dengan santai.
Gibran malah mempersilakan Amien untuk melakukan people power yang bertujuan melengserkan ayahnya.
"Bagus, bagus. Silakan saja," ungkap Gibran di Solo.
Ia pun mengaku tidak ada hal baru dari ancaman yang disampaikan Amien Rais. Sebab, ancaman serupa sudah pernah ia sampaikan ke publik sebelumnya. Gibran menyebut selama ini ancaman Amien tidak ada hasilnya.
"Malah jadi rutinitas, bosen ya. Gak ada hasilnya. Semoga Pak Amien Rais akan terus, wes," ujar Gibran.
Baca Juga: Tidak Cukup Gugat Gono-gini, Ayah Nagita Slavina Juga Pidanakan Rieta Amalia
Sementara itu melansir dari berbagai sumber, Aksi People Power yang digelar hanya diikuti sekitar 150-an orang yang berkumpul di sekitar mobil orasi.
Di lokasi aksi tampak sejumlah spanduk yang di antaranya berbunyi 'Jokowi gagal urus negara' dan 'usut tuntas ijazah palsu Jokowi'.
Koordinator lapangan aksi 'People Power' di Solo, Noerrohmat, sebelumnya memperkirakan massa yang hadir lebih dari 1.000 orang. Menurutnya, sudah banyak warga yang antusias dan menghubunginya dari berbagai daerah sejak Rabu (5/7) lalu. Mereka berniat untuk merapat ke Solo mengikuti aksi tersebut.
"People Power ini sebenarnya bentuk cawe-cawe rakyat," ucap dia.
Ia menuding saat ini pemerintah telah dikendalikan oleh oligarki dan pengusaha hitam. Noer pun mengklaim aksi ini digelar untuk mengembalikan pemerintah ke jalur yang benar.
"Karena saat ini banyak sekali masyarakat yang merasakan kesulitan," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Update Kuota Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026, Ini Link Daftarnya
-
Google dan Komdigi Gaspol Kembangkan Startup AI Indonesia, 63 Perusahaan Dapat Akses Google Cloud
-
3 Cushion Non-Comedogenic dengan SPF 50 yang Aman untuk Kulit Berjerawat
-
Membuka Portal Dunia Baru di Novel Bumi Karya Tere Liye
-
Terekam CCTV, Aksi Pencurian Anjing Modus Racun Resahkan Warga Batam
-
Buka Puasa Terakhir Joni
-
Bukti Pemesanan Uang Baru dari PINTAR BI Hilang? Begini Solusinya
-
11 Kartu Kuning Didapat, Mauricio Souza Pasang Badan untuk Allano Lima
-
Saat Curhat ke AI Jadi Kebiasaan Baru: Apakah Ini Wujud Kesepian di Era Digital?
-
Tahun Kuda Api, BRI Hadirkan Imlek Prosperity 2026