Selebtek.suara.com - Keisya Levronka menjadi sorotan lantaran etika yang kurang pantas saat podcast bersama Marlo Ernesto. Hal itu membuat perempuan 20 tahun tersebut dihujat habis-habisan oleh netizen.
Namun, alih-alih meminta maaf, ia justru bersembunyi. Akun Instagramnya lenyap sesaat viralnya video Keisya Levronka yang dianggap kurang ajar.
Sementara itu, ibunya Levi Leonita membuat status di Instagram soal kelakuan anaknya itu. Ia mengatakan sikap anaknya itu memang salah.
Menurutnya, setiap orang diperbolehkan menjadi diri sendiri. Akan tetapi ada kalanya seseorang harus melihat situasi dan kondisi dalam bersikap.
"Menjadi diri sendiri tidaklah salah, hanya saja dibutuhkan kedewasaan dalam menempatkan situasi, waktu, tempat, dan berhadapan dengan siapa," tulisnya di akun Instagramnya, Jumat (21/7/2023).
Secara tidak langsung, ia pun meminta anaknya untuk menerima konsekuensi dari sikap tidak sopannya itu. Meski demikian ia berharap Keisya Levronka tetap kuat menghadapi hal tersebut walau menyakitkan.
"Belajar dari kesalahan dan pengalaman sebagai proses pendewasaan diri. Dan iklas adalah kuncinya. Iklas dalam menerima segala konsekuensi atas kesalahan yang diperbuat, meski sedih, berat dan sakit, ini yang dinamakan tanggung jawab," kata Levi.
"Terima saja sebagai pelajaran berharga untuk menjadi lebih baik. Salah ya diperbaiki, jatuh ya bangkit lagi, gagal ya dicoba lagi, ini yang dinamakan pantang menyerah," lanjutnya.
Postingan ini pun menuai banyak komentar dari netizen. Mereka meminta Levi Loenita untuk mengajari anaknya etika sebelum tenjun ke dunia entertainment.
Baca Juga: Motivasi Berlipat Persija Tumbangkan Persita, Macan Kemayoran Lagi Pede-pedenya
"Diajarin Bu anaknya sopan santun. Biar jangan kurang ajar," kata akun @xft***.
"Sedikit masukan bund...agar dikasih tau dan dikasih arahan dan di ajak ngobrol secara dewasa," ujar akun @mr.j***.
Meski demikian, banyak juga netizen yang membela Keisya Levronka. Menurut mereka Malro lah yang justru membuat sikap Keisya menjadi tidak sopan.
"orang yang ngejudge berarti enggak liat full video. Karena menurut gua pribadi Marlo tuh dari awal dan berulang kali menghina si," tulis akun @risa***
"Padahal di banyak acara Keisya selalu good soal attitude.Tapi begitu satu yang menurut orang itu salah, jadi di pukul rata semuanya. Semangat Keisya," ujar akun @nuri***. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Stalactite & Stalagmite: Kisah Dua Batu Menyaksikan Kepunahan Dinosaurus, Berakhir Mengharukan
-
Hadapi Kemarau Panjang, Ratusan RW di Jakarta Berstatus Rawan Kebakaran
-
Megawati: Hai TNI-Polisi, Kalian Tuh Sebetulnya Datang dari Mana?
-
Kesaksian Jukir Saat Lihat Jasad Sutrimo: Tak Ada Aktivitas, Tiba-tiba Ramai Polisi
-
Bisnis Logistik Dikuasai Asing, Prabowo Ingin BUMN Ambil Alih
-
Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi: Solusi Keamanan atau Jalan Menuju Main Hakim Sendiri?
-
Teknologi Balap Moto2 Gebrak Lintasan Black Drag Bike di Kanjuruhan
-
Kemarau Susutkan Waduk Delingan, Dasar Waduk Berubah Jadi Lahan Retak
-
Momen Turunnya Harga Emas, Kesempatan Borong Investasi Jangka Panjang
-
The Boy in the Striped Pajamas: Kisah Persahabatan Anak-anak di Tengah Kelamnya Perang Dunia II