Selebtek.suara.com - 15 ciri-ciri Anda terjebak dalam pertemanan yang toxic, waspada bisa merusak kesehatan mental Anda!
Persahabatan sejati penting dalam hidup karena membantu kita menciptakan kenangan, berbagi tawa, dan mengalami berbagai hal bersama.
Namun terkadang, beberapa orang mungkin bukan teman sejati dan bisa menimbulkan masalah dalam lingkaran pertemanan kita. Kami menyebut mereka teman yang buruk atau toxic friend, teman yang tidak memprioritaskan kesejahteraan kita, teman yang menguras emosi dan merusak kesehatan emosi kita.
Mengidentifikasi ciri-ciri teman yang buruk sangat penting untuk melindungi diri kita dari orang-orang yang beracun. Artikel ini akan membantu Anda membedakan antara teman sejati dan teman yang membawa hal negatif ke dalam hidup Anda.
Dengan mempelajari sifat-sifat umum dari seorang teman yang buruk, Anda dapat mengatasi hubungan yang beracun dan membentuk hubungan yang tulus yang mengangkat dan menginspirasi Anda.
Jika Anda menghadapi hubungan yang buruk, Anda dapat menemukan kekuatan untuk menghadapi masalah Anda dan membangun sekelompok teman sejati yang membuat Anda bahagia dan puas.
Mengenal 15 karakteristik umum teman yang buruk
1. Kurangnya Empati
Empati adalah kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain, tetapi teman-teman yang beracun mungkin menunjukkan sedikit perhatian terhadap emosi, perjuangan, atau kesuksesan Anda.
Baca Juga: Kronologi Siswi SMK di Trenggalek Dipaksa Threesome, Video Pemerkosaan Disebar hingga Viral
Ketika Anda mengalami masa-masa sulit atau membutuhkan dukungan, mereka mungkin mengabaikan perasaan Anda atau bahkan acuh tak acuh terhadap situasi Anda.
Tidak adanya empati ini dapat membuat Anda merasa terisolasi dan diabaikan secara emosional, sehingga sulit untuk mengandalkan mereka untuk pengertian dan kasih sayang yang tulus.
2. Negativitas yang Konstan
Teman yang beracun sering kali membawa "awan negatif" ke mana pun mereka pergi. Mereka mungkin fokus pada aspek negatif kehidupan, mengeluh berlebihan, dan menguras energi Anda dengan pesimisme mereka yang terus-menerus.
Menghabiskan waktu bersama mereka dapat membuat Anda merasa lelah secara emosional dan kehilangan motivasi. Alih-alih menjadi sumber kepositifan dan dorongan semangat, mereka cenderung menurunkan suasana hati dan suasana secara keseluruhan, sehingga sulit untuk mempertahankan persahabatan yang sehat dan bahagia.
3. Pengkhianat Kepercayaan
Salah satu ciri persahabatan yang tidak sehat adalah kecenderungan mereka untuk mengkhianati Anda. Kepercayaan adalah fondasi penting dari persahabatan yang sehat.
Sifat beracun pada teman yang buruk, seperti berbagi rahasia, bergosip tentang Anda, atau mengungkapkan informasi pribadi tanpa persetujuan Anda.
Pengkhianatan seperti ini bisa membuat Anda kesal dan kecewa, merusak kepercayaan yang penting dalam hubungan baik apa pun.
4. Hubungan Sepihak
Persahabatan yang buruk sering melibatkan dinamika yang tidak seimbang, di mana satu orang secara konsisten "mengambil" dan jarang "memberi kembali".
Anda mungkin menemukan diri Anda terus-menerus menawarkan dukungan, berada di sana untuk mereka, dan berkorban, sementara mereka jarang membalas dengan tingkat kepedulian atau pertimbangan yang sama.
Hubungan sepihak ini dapat membuat Anda merasa tidak dihargai dan tidak penting, seolah-olah kebutuhan dan perasaan Anda diabaikan, sehingga menimbulkan perasaan dimanfaatkan.
5. Cemburu dan Iri
Teman yang beracun mungkin menyimpan kecemburuan dan kecemburuan terhadap pencapaian, harta benda, atau kualitas pribadi Anda. Alih-alih merayakan kesuksesan Anda, mereka mungkin merusak pencapaian Anda atau mencoba meremehkan pencapaian Anda.
Kecemburuan ini menggambarkan sifat-sifat seorang teman yang buruk, dan dapat menimbulkan persaingan dan rasa tidak aman dalam persahabatan, menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan tidak mendukung.
6. Manipulasi
Dalam pertemanan yang beracun, manipulasi adalah sifat menyedihkan yang dapat membahayakan kesehatan Anda. Teman-teman yang beracun mungkin menggunakan berbagai taktik untuk mengontrol dan memengaruhi keputusan Anda secara negatif, seringkali untuk menguntungkan diri mereka sendiri tanpa mempertimbangkan perasaan atau keinginan Anda.
Mereka mungkin menggunakan tekanan teman sebaya, manipulasi emosional, rasa bersalah, atau bahkan penipuan untuk mengarahkan Anda ke pilihan yang tidak sesuai dengan minat Anda.
Hal ini dapat menyebabkan hilangnya otonomi dan perasaan dimanfaatkan untuk keuntungan mereka, mengikis kepercayaan dan keaslian yang seharusnya ada dalam persahabatan yang harmonis.
7. Kurangnya Rasa Hormat
Rasa hormat penting dalam persahabatan apa pun, tetapi teman yang buruk mungkin membuat Anda merasa kecil atau tidak menganggap serius pemikiran, batasan, atau keputusan Anda.
Mereka mungkin mengabaikan perasaan Anda, mengolok-olok apa yang Anda yakini, atau tidak peduli dengan aturan Anda. Kurangnya rasa hormat ini dapat membuat Anda merasa tidak dihargai dan tidak dihargai seolah-olah pikiran dan emosi Anda tidak terlalu penting bagi mereka.
Dalam persahabatan sejati, menghormati individualitas dan pilihan masing-masing sangat penting untuk menjaga hubungan yang kuat dan mendukung.
8. Drama Konstan
Karakter teman yang beracun dalam drama dan konflik, secara konsisten menarik Anda ke dalam perselisihan yang tidak perlu atau menciptakan kekacauan. Mereka mungkin bergosip, melebih-lebihkan situasi, atau memprovokasi argumen untuk menjaga agar ketegangan tetap tinggi dan perhatian terfokus pada mereka.
Terus-menerus terjebak dalam drama mereka dapat menguras emosi, menyisakan sedikit ruang untuk persahabatan yang tenang dan harmonis. Karakteristik persahabatan yang baik harus meningkatkan kedamaian, pengertian, dan pengalaman positif, bukannya menjadi sumber stres terus-menerus.
9. Keegoisan
Seorang teman yang buruk cenderung menunjukkan keegoisan yang berlebihan, memprioritaskan kebutuhan, keinginan, dan kekhawatiran mereka daripada Anda.
Mereka memonopoli percakapan, terus-menerus mengalihkan fokus ke diri mereka sendiri, dan jarang menunjukkan minat yang tulus pada hidup atau kesejahteraan Anda.
Perilaku egois dan beracun ini dapat menyebabkan pengabaian dan kesepian seolah-olah persahabatan Anda hanyalah sarana untuk memenuhi kebutuhan mereka daripada ingin menjalin ikatan timbal balik dan kepedulian.
10. Tidak Dapat Diandalkan dan Tidak Mendukung
Tanda vital dari teman yang negatif adalah ketidakpercayaan dan kurangnya dukungan mereka selama masa-masa sulit. Saat Anda sangat membutuhkan mereka, mereka mungkin tidak ada, menolak, atau tidak mau menawarkan bantuan atau mendengarkan.
Kurangnya dukungan ini dapat membuat Anda merasa terisolasi dan tidak didukung, mempertanyakan keaslian persahabatan Anda. Dalam persahabatan yang solid, saling mendukung dan dapat diandalkan sangat penting, memberikan rasa aman dan nyaman selama masa baik dan sulit.
11. Persahabatan Bersyarat
Dalam persahabatan yang beracun, ikatan tersebut mungkin didasarkan pada kondisi dan kepentingan pribadi daripada perhatian dan dukungan yang tulus.
Sifat buruk teman-teman ini mungkin hanya muncul saat mereka membutuhkan sesuatu dari Anda, seperti bantuan, nasihat, atau bantuan. Namun, ketika Anda membutuhkan bantuan atau menginginkan persahabatan mereka, mereka mungkin tidak hadir atau tidak tertarik.
Pendekatan persahabatan yang bersyarat ini dapat membuat Anda merasa dimanfaatkan dan tidak dihargai seolah-olah nilai Anda ditentukan semata-mata oleh apa yang dapat Anda tawarkan kepada mereka daripada dihargai apa adanya.
12. Gaslighting
Gaslighting adalah taktik berbahaya yang digunakan teman jahat untuk memanipulasi dan mengendalikan Anda secara emosional.
Mereka mungkin memutarbalikkan kebenaran, menyangkal percakapan sebelumnya, atau memelintir peristiwa untuk membuat Anda meragukan ingatan, pikiran, dan emosi Anda.
Merusak persepsi Anda tentang realitas ini dapat menyebabkan kebingungan, keraguan diri, dan perasaan dimanipulasi secara emosional. Dalam persahabatan yang erat, komunikasi yang terbuka dan jujur harus diutamakan, dan perasaan serta pengalaman Anda harus dihormati, bukan dimanipulasi.
13. Kurangnya Akuntabilitas
Teman yang tidak dapat diandalkan sering menghindari tanggung jawab atas tindakan mereka, menolak untuk mengakui kesalahan mereka dan membelokkan kesalahan kepada orang lain.
Saat dihadapkan dengan kesalahan mereka, mereka mungkin menjadi defensif, meminimalkan dampak dari perilaku mereka atau membuat alasan. Kurangnya akuntabilitas ini dapat merusak kepercayaan dan integritas persahabatan.
Sedangkan karakteristik kritis dari persahabatan yang sehat melibatkan kedua individu harus bersedia bertanggung jawab atas tindakan mereka, meminta maaf bila perlu, dan bekerja menuju pertumbuhan dan pemahaman pribadi.
14. Perilaku Kompetitif
Menjadi teman yang buruk dapat menumbuhkan suasana kompetitif dalam persahabatan, terus-menerus membandingkan diri mereka dengan Anda dan berusaha untuk mengalahkan atau meningkatkan pencapaian Anda.
Alih-alih merayakan kesuksesan satu sama lain, mereka mungkin merasa terancam oleh pencapaian Anda, mengubah persahabatan menjadi medan pertempuran untuk pengakuan dan keunggulan.
Perilaku kompetitif ini dapat menciptakan ketegangan dan kebencian, mengikis fondasi yang mendukung dan membangkitkan semangat yang seharusnya menjadi dasar persahabatan yang harmonis.
15. Keterasingan dari Teman Lain
Untuk melakukan kontrol dan dominasi, teman yang beracun mungkin mengasingkan Anda dari teman atau orang yang Anda cintai.
Mereka mungkin membuat Anda enggan menghabiskan waktu bersama orang lain, mengkritik hubungan Anda yang lain, atau membuat Anda merasa bersalah karena mencari dukungan atau persahabatan di luar persahabatan.
Keterasingan ini dapat menimbulkan rasa ketergantungan pada mereka, sehingga menyulitkan Anda untuk membangun kehidupan sosial yang seimbang dan mempertahankan hubungan hidup lainnya. ***
Tag
- # teman yang toxic
- # toxic
- # toxic friend
- # kesehatan jiwa
- # kesehatan mental
- # relationship
- # tips sehat
- # tips kesehatan
- # gaya hidup sehat
- # news
- # ragam
- # lifestyle
- # viral
- # berita viral
- # netizen
- # warganet
- # indonesia
- # selebtek
- # suara
- # selebteksuaracom
- # suaracom
- # trending
- # berita trending
- # berita terbaru
- # berita hari ini
- # berita terpopuler
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting