Selebtek.suara.com – Farel Aditya akhirnya mundur dari semua fasilitas yang telah diberikan dr. Richard Lee.
Awalnya, dr. Richard membantu mewujudkan cita-cita Farel untuk menjadi dokter. Ia pun didaftarkan di sekolah favorit di Palembang. Dokter Richard juga memberikan fasilitas penunjang agar Farel lebih mudah dalam menjalani kehidupan barunya.
Namun, baru saja mengenyam pendidikan di salah satu SMA terbaik di Palembang, Farel malah kembali ke kampung halamannya di Medan.
Farel mengatakan bahwa mentalnya tidak kuat untuk bersekolah. Ia juga mengaku tidak memiliki teman di sekolah.
Mendengar keputusan Farel ini, tentunya sang dokter kecewa dan mencabut semua fasilitas yang diberikan kepada Farel. Dokter Richard juga menuntut ganti rugi kepada Farel sekitar 40 juta.
Bukannya mengakui kesalahan, Farel justru dianggap bersifat Playing Victim. Ia malah mengunggah kesedihannya di media sosial yang memancing amarah netizen.
Sifat Farel ini disebut sebagai Secondary Gain Psychology yaitu kecenderungan seseorang untuk merasa sakit atau bahkan berpura-pura sakit agar tidak bekerja.
Menurut ahli psikologi, seseorang yang mengalami Secondary Gain Psychology ini cenderung memiliki sifat playing victim, selalu merasa dalam kesedihan dan terpuruk.
Banyak netizen yang mengatakan jika sifat Farel yang seolah banyak drama ini sudah terlihat dari raut wajahnya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan