Selebtek.suara.com - Banyak penggemar One Piece bertanya-tanya tentang ketidaksesuaian adaptasi serial live action One Piece dengan sumber materinya. Menurut mereka adaptasi yang baik yakni dengan cerita yang sama persis.
Padahal hal itu tidaklah benar. Membuat live action dari anime bukanlah hal mudah. Sehingga penyesuaian sangat dibutuhkan agar cerita yang dibuat tetap menarik, meskipun garis besarnya ada di sumber utama.
Selain itu perlu dipahami bahwa perubahan dalam adaptasi tidak selalu buruk. Kadang-kadang, adaptasi dapat menambahkan elemen baru yang memperkaya cerita dan karakter.
Misalnya dalam menciptakan karakter live action One Piece. Karena karakter-karakter dalam One Piece memiliki penampilan yang unik, solusi yang digunakan adalah membuat aktor memakai kostum yang sama dengan karakter aslinya.
Perbedaan Karakter di Anime dan Live Action
Serial live-action One Piece menghadirkan perubahan dalam karakter-karakter utamanya. Sebagai contoh, karakter Monkey D Luffy dalam anime memiliki sifat kekanak-kanakan yang membuatnya terlihat ceria dan impulsif.
Dalam versi live-action, Luffy diperankan dengan lebih tenang dan dewasa, sesuai dengan rentang usianya. Perubahan juga terlihat pada karakter seperti Roronoa Zoro, Nami, Usopp, Sanji, dan lainnya.
Perubahan ini dibuat oleh setiap karakter untuk menghadirkan interpretasi yang segar dari karakter-karakter tersebut, sesuai dengan cerita yang mereka jalani dalam serial live-action.
Alasan Mengapa Berbeda
Baca Juga: Melaju ke Semifinal Hong Kong Open 2023, Gregoria Mariska Tunjung Tak Sangka Bisa Tampil Konsisten
Perbedaan yang signifikan antara live-action dan anime One Piece dapat dijelaskan oleh perbedaan dalam estetika dan logika antara keduanya. Anime memiliki kebebasan untuk mengambil pendekatan yang lebih eksentrik dan berlebihan, sementara live-action harus lebih realistis.
Penting untuk diingat bahwa adaptasi adalah tentang reinterpretasi, bukan replikasi. Sebuah adaptasi yang baik dapat mempertahankan esensi cerita sumbernya sambil memberikan sentuhan yang segar dan sesuai dengan medium yang digunakan.
Meskipun akan selalu ada penggemar yang lebih memilih versi aslinya, adaptasi dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenali ulang kisah yang sudah kita cintai.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Kutuk Keras Pengeroyokan Wasit di Rembang, Exco PSSI Desak PSIR Didiskualifikasi
-
Jauh Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa, eks Kadis LH Tangsel Dihukum 7 Tahun Penjara
-
Jadwal Operasional KRL Jakarta-Bogor 13 Februari Agar Tak Ketinggalan Kereta
-
Atta Halilintar Masuk Bisnis Kuliner, Luncurkan Restoran Nusantara Modern Lamak Rasa
-
Warga Nanggewer Mekar Panik, Pohon Besar Roboh Timpa Rumah Saat Hujan Deras Menerjang
-
5 Lip Tint Tahan Lama untuk Makan Makanan Berminyak agar Warna Tetap On
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kasus Hukum Eks Arsenal Thomas Partey Kian Berat, Dakwaan Pemerkosaan Bertambah Jadi Tujuh
-
Melaney Ricardo Bagikan Rahasia Jaga Kulit Tetap Sehat di Tengah Hidup Super Sibuk
-
Stadion Pakansari Rusak Diterjang Badai, Jadwal Liga 2 Garudayaksa FC vs Persekat Terancam?