Selebtek.suara.com - Ada sebuah kasus yang sangat menyayat hati. Seekor orangutan bernama Pony dijadikan budak seks alias Pekerja Seks Komersial (PSK) di Desa Kareng Pangi, Kalteng.
Dari video yang diunggah oleh akun Instagram @indoflashlight, Pony sengaja disekap, dan dirantai agar tak kabur. Rambut di tubuhnya pun dicukur habis agar terlihat seperti tubuh manusia.
"Pony diperkosa berulang kali oleh manusia jahanam dengan membayar Rp38.000," tulis keterangan di dalam video.
Disebutkan juga kalau Pony setiap harinya dirias, dibedaki hingga diajari bagaimana melakukan hubungan seks sesuai permintaan.
Demi menyelamatkan Pony, ada 35 perwira militer yang dikerahkan. Namun, orang yang memelihara Pony enggan menyerahkannya karena dianggap sebagai sumber uang.
"Pony akhirnya berhasil dibawa ke tempat rehabilitasi pada 13 Februari 2003," tulis keterangan video.
Hewan malang ini pun masih menyimpan trauma yang mendalam. Ketika Pony melihat mantan tuannya saat melakukan kunjungan, ia langsung berteriak dan buang air besar hebat.
Pony sembat dilepas di Pulau Kaja, Kalimantan Tengah. Namun karena gagal beradaptasi, ia diamil kembali oleh pusat rehabilitasi di bulan Agustus 2014.
Perkembangan terbarunya, Pony masih berada di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Kalteng. Saat ini usianya sudah memasuki 27 tahun.
Baca Juga: Pidato Kaesang Buat Anak-anak Muda: Politik Adalah Jalan Ninja Kita
Video ini langsung mengundang reaksi netizen. Banyak yang tidak habis pikir dengan kelakuan mantan tuan Pony itu.
"Kadang yang paling menakutkan bukan setan, tapi manusia dengan keserakahannya," kata akun @si.s***.
"Suka bingung yang BINATANG sebenernya itu yang mana yah?? Pony atau mereka yang “make” ???," ujar akun @udav***.
"Lebih binatang dari pada binatang," ucap akun @pege***. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman
-
Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games
-
URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill
-
Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya
-
KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI