Selebtek.suara.com - Sejak rilisnya film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso, publik menjadi teringat kembali atas kasus kopi sianida yang menewaskan Mirna. Banyak yang merasa kasus ini harus dibuka kembali.
Otto Hasibuan yang dulu menjadi pengacara Jessica Wongso pun menjadi perbincangan. Karena dulu, banyak yang menganggap bayarannya sebagai pengacara Jessica sangat mahal. Karena banyak yang mengira Jessica lahir dari keluarga kaya.
Namun, belum lama ini Otto Hasibuan justru mengungkapkan sebuah pengakuan mengejutkan. Ia menampik semua tuduhan soal bayaran mahal terhadap dirinya. Bahkan selama berbulan-bulan ia menangani kasus tersebut, Otto mengaku hanya dibayar semangkuk bubur ayam.
"Saya sama sekali tidak dibayar. Saya tegaskan saya tidak dibayar. Cuma pernah waktu itu bapaknya Jessica mengantarkan semangkuk bubur kepada saya," katanya saat menjadi bintang tamu podcast bersama Karni Ilyas di kanal Youtube Karni Ilyas Club, Jumat (6/10/2023).
Otto Hasibuan juga menjelaskan kalau Jessica bukanlah dari keluarga konglomerat. Bahkan alasan ia mau menerima job sebagai pengacara Jessica hanya karena dirinya kasihan.
Hal itu berawal saat keluarga Jessica ingin meminta bantuannya. Bahkan mereka sengaja datang langsung ke rumah Otto Hasibuan untuk kasus pembunuhan berencana tersebut.
Awalnya, Otto Hasibuan sempat bimbang karena kasus ini sudah menjadi pembahasan publik. Terlebih dalam waktu dekat ia sudah berencana berlubur bersama keluarga ke Alaska, Amerika Serikat.
Dengan penuh pertimbangan, Otto Hasibuan merelakan untuk membatalkan liburan, meskipun sudah banyak yang ia persiapkan. Otto kemudian menerima tawaran dari keluarga Jessica dengan satu syarat.
"Jika nantinya Jessica saya yakini dia pelakunya, atau jika saya yakin tapi dia enggak ngaku, saya mundur," terangnya. (*)
Baca Juga: Istri Pilih Poliandri, Suami dan Anak Bunuh Satu Keluarga di Gowa
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi