Selebtek.suara.com - Irjen Krishna Murni akhirnya angkat bicara usai dituding jadi penyebab Jessica Wongso dipenjara dan dinyatakan bersalah telah meracuni Mirna Salihin dengan racun sianida yang dimasukkan ke dalam kopi dalam cangkir di kafe.
Krishna Murti menampilkan video tayangan siaran berita stasiun televisi NET pada 9 Januari 2006, yang memperlihatkan dirinya saat menyanidang pangkat Kombes Pol bersama ayah Mirna Salihin, Edi Darmawan, diwawancara reporter televisi tersebut.
Dengan video tersebut, Krishna Murti membantah tidak ada otopsi terhadap jenazah Mirna Salihin. Bahkan, hasil otopsi dikuatkan oleh ahli kedokteran forensik resmi.
Kemudian, Krishna Murti juga menyebut dokter yang berbicara kepada media bukan dokter yang melakukan pembedahan terhadap jenazah Mirna Salihin.
"Upaya apapun yang dilakukan pengacara dalam sistem peradilan pidana itu adalah hak yang sah, tidak berarti pengacara bisa secara bebas mendelegitimasi kinerja para penegak hukum dari penyidik, JPU, hakim, hakim agung dan seterusnya yang mengatakan tidak ada otopsi," tulis Krishna Murti.
"Pengacara adalah orang hebat, orang pintar, namun kalau arena sistem peradilan pidana Anda belum mampu sepenuhnya bisa menang sesuai harapan, jangan gunakan arena lain yang tujuannya untuk menjaga kredibilitas anda sebagai pengacara," lanjut dia.
"Penyidik, JPU, hakim termasuk pengacara yang berperkara adalah tidak etis mengomentari hasil putusan peradilan. Makanya kami diam. tapi omongan Anda di berbagai media banyak mengandung kebohongan yang menghasut pikiran publik"
"Tolonglah Anda proporsional menggunakan arena sistem peradilan pidana dan arena publik lainnya dengan etika yang pantas. Kami hanya menegakkan hukum murni atas nama negara. Bukan atas nama keluarga korban"
"Karena pembunuhan dengan racun di muka bumi manapun 90% tidak ada saksi mata yang melihat secara langsung, makanya digunakan pembuktian secara ilmiah yang sudah dihadirkan prosesnya secara adil pada sidang terbuka.
Baca Juga: Link Video Tak Senonoh Seleb TikTok Syakirah 16 Menit Masih Diburu Warganet
"Komen saya tutup untuk menghindari perdebatan tidak perlu. Kalau mau membully saya ada di unggahan sebelum ini yang ada video saya dengan Kepala Polisi Palestina," tutup Krishna Murti.
Otto Hasibuan Tuding Krishna Murti
Kuasa hukum Jessica Wongso, Otto Hasibuan saat diwawancara di YouTube Karni Ilyas Club yang dibagikan pada 6 Oktober 2022, menyampaikan bahwa seharusnya pemakaman Mirna Salihin bisa lancar jika tidak diinterupsi oleh Krishna Murti dan menyampaikan informasi kalau Mirna tewas diracun.
"Kalau dia langsung dikuburkan waktu itu sudah selesai persoalan ini. Enggak ada, Saat itu, Krishna Murti mengatakan kepada ayahnya Mirna (Edi Darmawan) 'Edi, anakmu diracuni'," cerita Otto Hasibuan.
Padahal, kata Otto, saat itu belum ada otopsi pengambilan sampel. Tiba-tiba Krishna Murti punya kesimpulan awal dan mendahului semua peristiwa.
Edi Darmawan pun setuju dengan adanya otopsi. Dokter Slamet melakukan otopsi sempat hadir di sidang putusan Jessica Wongso.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123