/
Rabu, 29 Juni 2022 | 22:01 WIB
Pixabay/ Bru-nO

SUARA SEMARANG - Kota Semarang menjadi paling banyak soal jumlah laporan investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal di Jateng.

Berdasarkan data Layanan Kontak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode Januari 2021 hingga Juni 2022, Kota Semarang mencatatkan 798 pengaduan tentang investasi bodong dan pinjol ilegal.

Setelah Kota Semarang dengan 798 pengaduan (14,23%), Kota Surakarta tercatat ada 295 pengaduan (5,26%), Cilacap sebanyak 288 pengaduan (5,14%), dan Banyumas 214 pengaduan (3,82%) tentang investasi dan pinjol ilegal di Jateng.

Dalam periode Januari 2021 hingga Juni 2022 tersebut, total OJK menerima 5.523 pengaduan terkait investasi bodong dan pinjol ilegal di Jawa Tengah.

Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa mengatakan sampai saat ini masih banyak masyarakat Jateng yang menjadi korban investasi bodong dan pinjol ilegal.

Selain masuk ke OJK langsung, pengaduan investasi dan pinjol ilegal juga masuk melalui website Lapor Gub! yaitu sebanyak 27 pengaduan.

Fenomena maraknya masyarakat yang terjebak dan dirugikan dalam investasi bodong dan pinjol olegal tersebut, juga disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat.

"Ini tugas kita bersama bagaimana masyarakat teredukasi agar tidak tergiur janji palsu dari investasi/pinjol ilegal, yaitu dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang kita miliki secara bersama-sama" ucap Aman, Rabu (29/6/2022).

Menurutnya edukasi kepada masyarakat dapat dilaksanakan dalam beberapa bentuk, di antaranya edukasi secara face to face, memanfaatkan media massa dan media sosial secara masif, serta menggunakan sarana komunikasi baik dalam bentuk WhatsApp dan SMS.

Baca Juga: Anak Difabel Jadi Korban Kekerasan Seksual, Kak Seto Minta Pelaku Dihukum Berat

Selain itu, OJK terus mendorong sinergi seluruh Anggota Satgas Waspada Investasi Jawa Tengah agar berperan aktif dalam melakukan edukasi dan bersinergi melalui gerakan jateng lawan investasi ilegal yang masif dan menyeluruh di Jawa Tengah yang nantinya akan di-launching pada semester II tahun ini.

Load More