SUARA SEMARANG - Kota Semarang menjadi paling banyak soal jumlah laporan investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal di Jateng.
Berdasarkan data Layanan Kontak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode Januari 2021 hingga Juni 2022, Kota Semarang mencatatkan 798 pengaduan tentang investasi bodong dan pinjol ilegal.
Setelah Kota Semarang dengan 798 pengaduan (14,23%), Kota Surakarta tercatat ada 295 pengaduan (5,26%), Cilacap sebanyak 288 pengaduan (5,14%), dan Banyumas 214 pengaduan (3,82%) tentang investasi dan pinjol ilegal di Jateng.
Dalam periode Januari 2021 hingga Juni 2022 tersebut, total OJK menerima 5.523 pengaduan terkait investasi bodong dan pinjol ilegal di Jawa Tengah.
Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa mengatakan sampai saat ini masih banyak masyarakat Jateng yang menjadi korban investasi bodong dan pinjol ilegal.
Selain masuk ke OJK langsung, pengaduan investasi dan pinjol ilegal juga masuk melalui website Lapor Gub! yaitu sebanyak 27 pengaduan.
Fenomena maraknya masyarakat yang terjebak dan dirugikan dalam investasi bodong dan pinjol olegal tersebut, juga disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat.
"Ini tugas kita bersama bagaimana masyarakat teredukasi agar tidak tergiur janji palsu dari investasi/pinjol ilegal, yaitu dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang kita miliki secara bersama-sama" ucap Aman, Rabu (29/6/2022).
Menurutnya edukasi kepada masyarakat dapat dilaksanakan dalam beberapa bentuk, di antaranya edukasi secara face to face, memanfaatkan media massa dan media sosial secara masif, serta menggunakan sarana komunikasi baik dalam bentuk WhatsApp dan SMS.
Baca Juga: Anak Difabel Jadi Korban Kekerasan Seksual, Kak Seto Minta Pelaku Dihukum Berat
Selain itu, OJK terus mendorong sinergi seluruh Anggota Satgas Waspada Investasi Jawa Tengah agar berperan aktif dalam melakukan edukasi dan bersinergi melalui gerakan jateng lawan investasi ilegal yang masif dan menyeluruh di Jawa Tengah yang nantinya akan di-launching pada semester II tahun ini.
Berita Terkait
-
Link dan Cara Beli Tiket Online PSIS Semarang vs Bhayangkara FC Minggu 3 Juli 2022 di Stadion Jatidiri
-
Nekat! Maling Berkedok Pemulung 2 Kali Beraksi di Rumah yang Sama Berakhir Apes, Warganet Geram: Malah Jadi Langganan
-
Ekonomi Global Diguncang Ketidakpastian, OJK Klaim Stabilitas Keuangan Masih Terjaga
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
HOAKS Link KUR BRI di Tiktok dan Instagram, Ini Modus Pelaku Penipuan
-
Tak Hanya My Royal Nemesis, Intip 5 Drama Korea Time Travel ke Era Modern
-
Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Merah Naik, Beras Premium Masih Bertahan Tinggi
-
WNI Ditangkap Tentara Israel di Mediterania, KSP Dudung Minta Kemlu Tempuh Jalur Diplomasi
-
Salmokji Pecahkan Rekor, Jadi Film Horor Korea Terlaris Sepanjang Masa
-
3 Alasan Mengapa Wuling Air ev dan BYD Atto 1 Harus Waspada Terhadap Spesifikasi Chery Q
-
RI Gunakan Saluran Komunikasi, Desak Israel Bebaskan 2 Jurnalis dan 9 Aktivis Indonesia
-
Tayang 4 Juni, The Last Humanity Gabungkan Survival dan Dokumenter Sains
-
BlackAuto Battle 2026 Mulai Cari Raja Modifikasi Baru dari Tangerang Selatan
-
Diterpa Isu Pesugihan Gunung Kawi, Sarwendah Siap Tempuh Jalur Hukum