Entertainment / Gosip
Selasa, 19 Mei 2026 | 10:15 WIB
Sarwendah saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2025). [Suara.com/Tiara Rosana]
Baca 10 detik
  • Sarwendah dituduh melakukan pesugihan di Gunung Kawi setelah viralnya video pernyataan seorang juru kunci di media sosial.
  • Kuasa hukum menegaskan kunjungan Sarwendah ke lokasi tersebut murni untuk keperluan syuting konten Kakak Beradik Podcast saja.
  • Tim hukum Sarwendah kini mendalami rekaman video tersebut untuk mempertimbangkan langkah hukum atas dugaan pencemaran nama baik klien.

Suara.com - Sarwendah diterpa isu pesugihan ke Gunung Kawi. Kabar ini muncul setelah video Pesulap Merah berbincang dengan seorang juru kunci di tempat tersebut, viral di media sosial.

Menanggapi hal itu, tim kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu dan Simon Abraham, memberikan klarifikasi.

Pihak pengacara membenarkan bahwa Sarwendah memang pernah mendatangi Gunung Kawi. Namun, kunjungan itu ditegaskan murni untuk syuting konten Kakak Beradik Podcast.

Karena itu, Simon Abraham memberikan klarifikasi. Sebab menurutnya, penyebutan nama Sarwendah dalam konteks pesugihan adalah hal yang serampangan dan tanpa dasar fakta.

"Ya kami rasa itu suatu apa ya penyampaian-penyampaian yang cukup asal, tidak dengan fakta yang sebenarnya," kata Simon Abraham ditemui di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan pada Senin, 18 Mei 2026.

Sarwendah. (Instagram/sarwendah29)

Simon menduga ada motif tertentu di balik viralnya pengakuan juru kunci yang membawa-bawa nama artis besar seperti Sarwendah.

"Mungkin ya untuk mendatangkan ramai di situ begitu ya," tambah Simon Abraham.

Saat ini, tim hukum Sarwendah tengah mendalami rekaman video tersebut guna melihat adanya unsur pencemaran nama baik.

"Ya jadi kita juga mau enggak mau berburuk sangka juga ke orang, kita pelajari dulu ya," ujar Chris Sam Siwu

Baca Juga: Ratu Rizky Nabila Kepincut Pesulap Merah, Bukti Sahih Studi Pria Beristri Lebih Menarik

Pihak pengacara akan melihat lebih dalam apakah ucapan dalam video tersebut hanya sekadar penyampaian informasi atau ada unsur kesengajaan pencemaran nama baik.

Jika ditemukan bukti kuat yang menyudutkan kliennya, mereka tidak akan segan untuk mengambil langkah tegas.

"Kalau memang sudah menjurus menjelekkan nama klien kami pasti kami akan proses, ya kami akan proses," tegas Chris Sam Siwu.

Load More