SUARA SEMARANG - Aliran Sungai Bengawan Solo tercemar oleh aliran darah dan organ tubuh anjing setiap harinya. Terungkap jika berasal dari rumah jagal ilegal.
Darah dan organ tubuh anjing mengalir setiap harinya di Sungai Bengawan Solo diungkap atas Investigasi yang dilakukan Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI).
Hasilnya, telah terjadi operasi perdagangan daging anjing yang kotor, kejam dan illegal di sepanjang Sungai Bengawan Solo. Serta mencemari air dari sungai terpanjang di Jateng ini.
Darah dan limbah kotoran dari rumah jagal anjing yang illegal mengalir ke sungai dari hulu sungai Bengawan Solo. Di mana anak-anak bermain dan orang- orang mencuci pakaian dan alat masak mereka, serta memancing ikan.
DMFI mendapatkan rekaman yang telah dikumpulkan awal bulan ini menunjukkan adanya darah dan organ tubuh anjing mengalir ke Sungai Bengawan Solo.
"Darah dan organ anjing berasal dari 3 rumah jagal yang setiap harinya membunuh sekitar 15 anjing dengan cara yang kejam," kata Karin Franken, koordinator
nasional DMFI, dalam laporan investigasinya, Selasa (30/8/2022).
Koalisi Dog Meat Free Indonesia terus menghimbau pihak berwenang di Indonesia mengenai bahaya dari operasi perdagangan dan pemotongan daging anjing sejak tahun 2017.
Karin meminta Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengambil tindakan tegas guna menghentikan perdagangan ini.
Ia menyebut banyak warga Surakarta masih menutup mata terhadap hal yang berpotensi menimbulkan bencana pada kesehatan masyarakatnya, belum lagi penderitaan tiada tara pada
hewan.
Padahal, telah dikeluarkan imbauan resmi dari dari Dinas Peternakan baik di Provinsi Jawa Tengah maupun Provinsi Jawa Timur kepada semua kota dan kabupaten di kedua provinsi tersebut untuk mengesahkan Surat Edaran berisi pelarangan perdagangan
daging anjing awal tahun ini.
"Perdagangan daging anjing di Kota Surakarta masih terus berjalan," katanya.
Investigasi oleh tim DMFI menunjukkan bahwa sebagian besar anjing yang dipakai untuk memenuhi permintaan daging anjing di Jawa Tengah telah diangkut secara ilegal dari Jawa Barat.
"Di mana rabies masih bersifat endemik dan secara ilegal pula diselundupkan ke rumah-rumah jagal di Jawa Tengah. Di mana permintaan terbanyak berasal dari Kota Surakarta," katanya.
Koalisi DMFI telah mendokumentasikan bukti-bukti dan menyerahkannya ke Pemerintah Kota Surakarta maupun kota dan kabupaten lainnya serta para pemimpin daerah di Indonesia.
"Memperingatkan akan adanya resiko yang ditimbulkan perdagangan ini dalam penyebaran penyakit zoonosis, terutama rabies," katanya.
DMFI mengklaim telah mengeluarkan gambar dan video yang menunjukkan air Sungai Bengawan Solo menjadi merah karena darah anjing dan limbah hasil pemotongan anjing.
Rekaman yang dirilis hari ini menunjukkan anjing-anjing yang diikat dengan erat dalam karung goni, di dalam lubang dan di atas lantai rumah jagal. Menanti giliran mereka untuk dipukuli dan darahnya mengalir ke Sungai Bengawan Solo.
Bahkan setelah bertahun-tahun melakukan investigasi, tetap saja sangat mengejutkan melihat betapa kejamnya perdagangan daging anjing.
"Melihat Sungai Bengawan Solo terkontaminasi dengan darah dan sisa potongan anjing yang dibunuh dengan kejam, sementara itu juga di beberapa bagian sungai juga ada anak-anak bermain, orang-orang mencuci pakaian dan memancing di sana," terangnya.
Adanya kegiatan ini sangat mengejutkan, dan akan membuat ngeri orang-orang yang tinggal di sepanjang sungai Bengawan Solo ini.
"Walikota Gibran membahas tentang bagaimana ‘mengawasi’ perdagangan ini, tapi sekarang sudah saatnya mengambil keputusan dan tindakan tegas!” katanya.
Sementara itu, dalam Surat Edaran, menyebutkan imbauan dari Pemerintah Provinsi untuk segera mengambil tindakan, semua kota dan kabupaten di Jawa Tengah yang telah menerapkan hukum tertulis untuk melarang perdagangan dan konsumsi daging anjing di wilayah masing-masing.
Berita Terkait
-
Britney Spears Ungkap Detail Konservatorinya: Darah Diambil Paksa dan Ia Dikurung di Rumah Sakit Jiwa
-
Polisi Temukan Potongan Gigi dan Bercak Darah di TKP Pembunuhan Guru TK
-
Ekstrem! Jasa Bersih-Bersih Mobil Promosi ke Konsumen Ini Bikin Ketar-ketir Pelanggan, Kok Bisa?
-
Nonton Hiburan Organ Tunggal, Pria di Sukabumi Ini Tewas Bersimbah Darah
-
Sebabkan Kompilkasi Berbahaya, Dokter Ungkap Pentingnya Monitori Tekanan Darah dan Jaga Pola Hidup Sehat
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam