/
Rabu, 14 September 2022 | 11:58 WIB
Pemandangan Sungai Han Seoul (Pixabay/usagi_post)

Kasus Covid-19 di Korea Selatan melonjak menjadi lebih dari 90.000 kasus baru pada Rabu setelah liburan panen musim gugur Chuseok berakhir awal pekan ini di tengah kekhawatiran atas lonjakan infeksi virus.

Dilaporkan 93.981 kasus Covid-19 baru, termasuk 314 kasus dari luar negeri, sehingga total beban kasus menjadi 24.193.038, kata Korea Disease Control and Prevention Agency (KDCA) dilansir dari Yonhap News Agency (14/9/2022).

Angka kasus pada hari Rabu melonjak hampir 37.000 dari 57.309 kasus sehari sebelumnya. Liburan Chuseok berlangsung selama 4 hari, telah berakhir pada hari Senin.

Infeksi harian telah melambat setelah memuncak di angka 180.746 pada 17 Agustus 2022. 

Jumlah kematian karena Covid-19 pun bertambah 60 jiwa, meningkatkan jumlah kematian menjadi 27.593. Dengan tingkat kematian mencapai 0.11 persen.

Jumlah pasien yang kritis mencapai 507 orang, turun 40 dari hari sebelumnya.

Otoritas kesehatan tetap prihatin atas kemungkinan "twindemic", yaitu wabah simultan COVID-19 dan influenza musiman, pada awal musim gugur ini di tengah lonjakan yang tidak biasa dalam jumlah pasien flu sejak Juli tahun ini.

KDCA mengatakan 4,7 di antara 1.000 pasien yang mengunjungi rumah sakit dari 23 Agustus hingga 3 September 2022 menunjukkan gejala seperti influenza. Angka tersebut merupakan yang tertinggi untuk periode tujuh hari yang sama dalam lima tahun terakhir.

Badan kesehatan itu mengatakan sedang mempertimbangkan untuk memperkenalkan tes reaksi berantai polimerase yang dapat mendeteksi COVID-19 dan flu secara bersamaan.

Baca Juga: 14 September Memperingati Hari Apa? Rasuna Said Muncul Jadi Google Doodle

Dari 93.667 kasus yang ditularkan secara lokal, Seoul melaporkan 17.368 kasus baru, dan Provinsi Gyeonggi yang mengelilingi ibu kota menambahkan 26.110 kasus. Incheon, kota pelabuhan 27 kilometer sebelah barat Seoul, mengidentifikasi 5.476 kasus baru.

Dari 52 juta penduduk, 87 persen telah divaksinasi lengkap dan 65 persen telah menerima suntikan booster pertama. Sekitar 14 persen dari mereka mendapatkan suntikan booster kedua.

Sumber: Yonhap News Agency

Load More