SUARA SEMARANG - RE:harvest Co., sebuah perusahaan startup Korea Selatan yang tumbuh dengan cepat berspesialisasi dalam bidang daur makanan, sedang berusaha untuk membuat lompatan yang serius ke pasar luar negeri melalui kemitraan di Vietnam, Indonesia dan Jepang, kata Alexander Min CEO RE:harvest dilansir dari Yonhap News Agency (15/9/2022).
RE:harvest adalah startup daur ulang makanan pertama Korea Selatan yang mengambil sisa produk dalam pembuatan bir dan sikhye, minuman beras manis tradisional Korea, dan menggunakannya setelah pembersihan menyeluruh dan dehidrasi untuk menghasilkan RE:nergy tepung alternatif. Biasanya sisa produk dibuang sebagai limbah oleh pabrik bir.
RE:nergy dibuat setelah periode eksperimen selama kurang lebih setahun dari eksperimen terus-menerus meliputi pembersihan, dehidrasi, pengeringan dan penggilingan bir dan produk sampingan sikhye.
Dari sisi nutrisi, CEO RE:harvest mengatakan RE:nergy menawarkan protein dua kali lebih banyak dan serat makanan 21 kali lebih banyak dibandingkan dengan tepung putih biasa.
Perusahaan startup RE:harvest yang didirikan pada 14 Agustus 2019 itu berencana untuk meluncurkan pabrik yang jauh lebih besar di Hwaseong, 40 kilometer selatan Seoul, bulan depan dengan kapasitas produksi 120 ton per bulan. Pabrik baru itu adalah yang terbesar di Asia, menurut Alexander Min.
Saat ini RE:harvest memproduksi 5 ton RE:nergy setiap bulannya di pabrik rintisan.
Dalam rangka menembus pasar daur ulang makanan asing, RE:harvest telah menandatangani nota kesepakatan terpisah dengan perusahaan bir Bia Hai Phong Vietnam dan PT Multi Bintang Indonesia Tbk di Indonesia untuk membangun pabrik RE:nergy di dalam fasilitas produksi masing-masing perusahaan.
RE:harvest berencana untuk memproduksi RE:nergy sebagai tepung alternatif dan produk makanan daur ulang lainnya di pabrik "shop-in-shop". Selanjutnya, perusahaan startup itu akan menggunakan jaringan distribusi lokal mereka untuk menjualnya di Vietnam dan Indonesia, seperti yang diterangkan Alexander Min.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Siap Jadi Kakek, Ahmad Dhani Ungkap Inisial Nama Anak Al Ghazali dan Alyssa
-
5 Sepeda Hybrid Paling Nyaman Buat Gowes, Siapkan untuk Teman Ngabuburit
-
Mantan Menlu hingga Akademisi Kumpul, Apa yang Dibahas Intensif dengan Presiden Prabowo?
-
Heboh Selebgram Non-Muslim Berbusana Ketat di Masjid Nabawi, Celine Evangelista Murka
-
35 Kode Redeem FF 7 Februari 2026: Bocoran Lengkap P Joker Revenge, Transformasi Peta Bermuda Gurun
-
Nova Arianto Soroti Kekuatan China Jelang Uji Coba, Garuda Wajib Waspada?
-
Liburan Hemat ke Singapura: Tips Praktis untuk Traveler Indonesia
-
Jerry Aurum Kaget Banget, Baru Tahu Denada Sudah Punya Anak sebelum Menikah
-
Cara Nikita Willy Kenalkan Puasa Tanpa Paksa ke Anak
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat