SUARA SEMARANG - Umpatan kasar seorang polisi perwira menengah saat mengawal aksi demo mahasiswa yang tolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Kamis (15/9/2022).
Di tengah-tengah pengawalan aksi hak rakyat untuk menyampaikan pendapat di muka umum dikotori oleh ucapan tak pantas yang terlontar dari seorang perwira polisi.
Melansir laman Suara, ucapan tidak pantas terlontar dari seorang perwira menengah Polri bernama Setyo saat sedang menjaga aksi demonstrasi mahasiswa yang melakukan penolakan terhadap kenaikan harga BBM yang mencekik.
Suara merilis, bila Perwira Polri yang mengeluarkan kata kasar itu dengan pangkat tiga bunga melati di pundaknya (Kombes) itu bernama bernama Setyo.
Meruntut hal yang terjaid, sermula saat ada negosiasi antara mahasiswa dan pihak kepolisian untuk dipertemukan dengan Presiden Jokowi.
Aksi baik mahasiswa saat itu meminta untuk bisa menuju Istana Negara untuk bertemu Presiden Joko Widodo.
Mereka ingin menyampaikan aspirasi tuntutannya tentang penolakan kenaikan harga BBM yang meroket belum lama ini.
Sementara Presiden Jokowi dikabarkan sedang berada di Papua.
Mahasiswa berniat mengecek kebenaran kabar tersebut, dengan ingin merangsek ke Istana.
Baca Juga: Snaptik, Cara Mudah Download Video Tiktok Tanpa Watermark
"Tanggal 8 September kemarin pas kami demo pertama Jokowi pulang lewat belakang. Sekarang kita demo kedua katanya ke Papua. Kalau Presiden gak ada, kan ada Wakilnya," teriak orator dari atas mobil komando, Kamis (15/9/2022).
Pada saat yang sama, Komber Setyo berupaya meredam mahasiswa dengan mengatakan ada wakil dari pihak Kantor Staf Kepresidenan.
Wakil tersebut dikatakannya, bisa menggantikan Presiden Jokowi untuk mendengarkan aspirasi mereka.
Setelah menuju kesepakatan, Setyo menyebut Abraham Wirotomo akan menemuinya.
"5 menit pak," kata mahasiswa.
"Kamu udah kayak komandan saya aja kamu," hardik Setyo.
Berita Terkait
-
Tinjau Bansos di Maluku, Presiden Sebut dalam Seminggu BLT BBM Tersalurkan kepada 8,1 Juta Penerima
-
Presiden Jokowi Bagikan BLT BBM di Kantor Pos Tual Kabupaten Maluku Tenggara
-
Buka Suara Soal Kenaikan Harga BBM, Megawati: Kalau Tak Dinaikan Kondisinya Malah Jadi Lebih Sulit, Gimana?
-
Emak-Emak Demo di Patung Kuda: Kita Akan Berjuang sampai BBM Turun
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan