/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:03 WIB
Arema FC - Kerusuhan Kanjuruhan (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Karena semakin banyaknya supporter yang masuk ke lapangan dan kondisi sudah tidak kondusif, aparat menembakkan beberapa kali gas air mata ke arah suppoter yang ada di lapangan.

Silih berganti supporter menyerang aparat dari sisi selatan dan utara. Akhirnya, selain hujan lemparan benda dari sisi tribun, di dalam lapangan juga terjadi aksi tembak-an gas air mata ke arah supporter.

Terhitung puluhan gas air mata sudah ditembakkan ke arah supporter, di setiap sudut lapangan telah dikelilingi gas air mata. Ada juga yang langsung ditembakkan ke arah tribun penonton, yaitu di tribun 10.

Para supporter yang panik karena gas air mata, semakin ricuh diatas tribun, mereka berlarian mencari pintu keluar, tapi sayang pintu keluar sudah penuh sesak karena para supporter panik terkena gas air mata.

Banyak ibu-ibu, wanita, orang tua dan anak anak kecil yang terlihat, ikut berjubel untuk keluar dari stadion. Terlihat mereka sesak karena terkena gas air mata.

Seluruh pintu keluar penuh dan terjadi macet.

Di dalam stadion mereka sesak karena gas air mata yang sudah ditembakkan ke berbagai arah. Sedangkan untuk keluar stadion pun tak bisa karena macet di pintu keluar. Diluar stadion banyak yang terkapar dan pingsan karena efek terjebak di dalam stadion yang penuh gas air mata.

Sekitar pukul 22.30 juga masih banyak insiden pelemparan batu ke arah mobil aparat, dan pengeroyokan supporter terhadap aparat yang dianggap mengurung supporter di dalam stadion dengan puluhan gas air mata.

Kondisi luar Stadion Kanjuruhan sudah sangat mencekam. Banyak supporter yang lemas bergelimpangan, teriakan dan tangisan wanita, supporter yang berlumuran darah, mobil hancur, kata-kata makian dan amarah, batu batako, besi dan bambu berterbangan.

Baca Juga: Soroti Tragedi Berdarah di Stadion Kanjuruhan, Ridwan Kamil: Jangan Memaksa Pertandingan Selalu Malam Hari

Pemilik akun ini mengaku, selama jadi supporter, sejak dikenalkan mulai tahun 2007, Sabtu lalu merupan titik terendahnya menjadi seorang suporter.

"Saya masih belum percaya menyaksikan saudara-saudara saya dengan kondisi seperti ini. Saya sangat terpukul dengan adanya insiden ini. Semoga kejadian ini adalah yang terahir di semua cabang olahraga & hiburan, khususnya di sepak bola,"katanya.

Hingga artikel ini ditulis, thread di twitter ini sudah dikomentari ribuan orang dan di retweet lebih dari 28 ribu kali. 

Load More