/
Sabtu, 08 Oktober 2022 | 09:27 WIB
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule (Twitter @PSSI)

Transformasi

Selanjutnya, Presiden Jokowi mengatakan FIFA bersama dengan pemerintah Indonesia akan membentuk transformasi sepak bola Indonesia, lalu bagaimana peran PSSI?

Diumumkan Presiden Jokowi, bila FIFA akan berkantor di Indonesia untuk menjalankan proses itu.

Namun Presiden Jokowi tak menyinggung PSSI.

Setidaknya ada lima langkah, kolaborasi antara FIFA, Konfederasi Sepak Bola Asia, dan pemerintah Indonesia untuk melakukan perbaikan seperti berikut:

(1) Membangun standar keamanan stadion di seluruh stadion yang ada di Indonesia;

(2) Memformulasikan standar protokol dan prosedur pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian berdasarkan standar keamanan internasional;

(3) Melakukan sosialisasi dan diskusi dengan klub-klub bola di Indonesia, termasuk perwakilan suporter untuk mendapatkan saran dan masukan serta komitmen bersama;

(4) Mengatur jadwal pertandingan yang memperhitungkan potensi-potensi risiko yang ada; serta

Baca Juga: Kekayaan Tidak Hanya dari Lesti, Rizky Billar Punya 30 Persen Saham dari Bisnis Ini

(5) Menghadirkan pendampingan dari para ahli di bidangnya.

Ketua Umum PSSI,  Mochamad Iriawan atau Iwan Bule (Twitter @PSSI)
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule (Twitter @PSSI) (sumber:)
 

Presiden Jokowi juga menyebutkan bila Presiden FIFA akan berkunjung ke Indonesia pada Oktober atau November 2022 untuk berdiskusi dengan pemerintah.

Presiden Jokowi tak menyinggung PSSI soal ini.

Adapun Menko Polhukam Mahfud MD yang berperan sebagai ketua TGIPF untuk tragedi Kanjuruhan, bisa melakukan investigasi menyeluruh termasuk ke PSSI.

"Selama ini pemerintah kita tidak bisa masuk ya ke PSSI, kalau masuk (pembenahan) itu kan tidak boleh FIFA. Pemerintah tidak boleh ikut campur dalam asosiasi sepak bola di bawah FIFA, aturannya kan begitu. Namun sekarang Presiden bentuk tim independen ini, dengan ini bisa investigasi pembenahan semuanya, mulai Kanjuruhan, ya PSSI juga," kata Mahfud MD, dalam program Mata Najwa sebelumnya.

Load More