Bisnis / Keuangan
Jum'at, 06 Februari 2026 | 08:12 WIB
Ilustrasi. PT Mitra Murni Perkasa (MMP), anak usaha MMS Group Indonesia (MMSGI), terus mematangkan langkah strategisnya dalam memasuki fase transisi menuju operasi komersial smelter nikel. Foto ist.
Baca 10 detik
  • Smelter Nikel MMP terus mematangkan langkah strategisnya dalam memasuki fase transisi menuju operasi penuh.
  • Salah satu pilar utama yang diperkuat adalah aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai jaminan keberlanjutan operasional.
  • Perusahaan berhasil mempertahankan status Zero Fatality dan membukukan lebih dari 10 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan yang menyebabkan kehilangan hari kerja.

Suara.com - PT Mitra Murni Perkasa (MMP), anak usaha MMS Group Indonesia (MMSGI), terus mematangkan langkah strategisnya dalam memasuki fase transisi menuju operasi komersial smelter nikel.

Salah satu pilar utama yang diperkuat adalah aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai jaminan keberlanjutan operasional.

Memperingati Bulan K3 Nasional 2026, MMP mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Langkah ini sejalan dengan arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menekankan bahwa keselamatan kerja merupakan investasi strategis, bukan sekadar beban biaya.

Keandalan operasional MMP dibuktikan dengan catatan impresif sepanjang tahun 2025. Perusahaan berhasil mempertahankan status Zero Fatality dan membukukan lebih dari 10 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan yang menyebabkan kehilangan hari kerja (Lost Time Injury/LTI).

Capaian ini diraih dengan melibatkan sekitar 3.000 pekerja dan mitra kerja. Hal ini mencerminkan kedisiplinan tinggi dalam penerapan standar keselamatan di lingkungan smelter yang memiliki kompleksitas risiko tinggi.

Division Head Operation MMP, Totok Risdianto, menegaskan bahwa pengelolaan K3 adalah investasi jangka panjang untuk menjaga daya saing perusahaan.

"Bagi MMP, K3 bukan sekadar kepatuhan, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan operasi smelter. Penguatan training, prosedur kerja, hingga sistem emergency response adalah langkah terukur kami menciptakan lingkungan kerja yang produktif," ujar Totok dalam keterangan resminya, Jumat (6/2/2026).

Menyongsong operasional penuh pada 2026, MMP telah melengkapi infrastruktur tanggap daruratnya. Saat ini, perusahaan menyiagakan tim medis yang terdiri dari dokter dan paramedis dalam dua shift, serta Tim Emergency Response khusus.

Dari sisi fasilitas, MMP telah menambah armada satu unit fire truck serta peralatan medis mutakhir. Perusahaan juga membangun kolaborasi lintas instansi untuk memperkuat mitigasi risiko, antara lain kerja sama penanganan darurat di wilayah perairan, respons darurat di darat dan rujukan medis dan evakuasi lanjutan.

Baca Juga: Dari Skala Ekosistem Vietnam ke Ambisi Elektrifikasi Indonesia: Keyakinan Dealer VinFast

Memasuki tahun 2026, MMP tidak lantas berpuas diri. Sejumlah rencana perbaikan (improvement) telah disiapkan, mulai dari pembangunan ruang medis permanen, optimalisasi sistem fire hydrant, hingga pengadaan unit ambulan tambahan untuk evakuasi terintegrasi.

“Kami terus berupaya mempertahankan pencapaian zero fatality melalui penguatan budaya safety leadership. Bulan K3 Nasional menjadi pengingat bahwa setiap individu punya peran penting dalam memastikan operasional berjalan aman dan andal,” tambah Totok.

Selama periode Bulan K3 Nasional (12 Januari – 12 Februari 2026), MMP juga menggelar berbagai kegiatan internal seperti kampanye SHE (Safety, Health, and Environment), olahraga bersama, hingga aksi donor darah untuk meningkatkan kesadaran pekerja.

Dengan pondasi K3 yang kokoh, MMP siap menjadi pemain kunci dalam industri hilirisasi nikel nasional yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Load More