/
Senin, 05 Desember 2022 | 12:49 WIB
Kubu Bharada E semakin membuka tabir ciri-ciri perempuan menangis yang keluar dari rumah Ferdy Sambo yang mirip Polwan karena memiliki rambut pendek. (ANTARA FOTO/Fauzan/aww)

"Terkait keterangan RE di persidangan, saya tegaskan keterangan itu tidak benar," kata Arman kepada Suara.com, Kamis (30/11/2022).

Bharada E dianggap mengarang-ngarang cerita saja.

Dia punya alasan, sebab kisah tentang adanya wanita misterius menangis keluar dari Rumah Bangka tidak tertera di dalam dakwaan Sambo.

"Hanya karangan RE saja dan juga tidak ada dalam dakwaan klien kami," ujar dia.

Pengacara Bharada E saat berada di sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir J di PN Jakarta Selatan. (Suara.com/Arga) (sumber:)

Seperti diketahui, ikhwal adanya perempuan menangis yang keluar dari rumah Ferdy Sambo diungkap Bharada E alias Richard Eliezer.

Bharada E saat itu bersaksi untuk terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Rabu (30/11/2022).

Bharada E menyebut kemunculan perempuan tersebut terjadi sekitar Juni 2022 lalu saat Ferdy Sambo dan Putri bersitegang.

Menurut penuturan Richard, peristiwa ini bermula saat dirinya tengah piket jaga di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling III, Pancoran, Jakarta Selatan. Ketika itu, tiba-tiba, Putri turun dari lantai dua didampingi oleh Yosua.


"Pada saat standby di Saguling ada kejadian, jadi saya, dan Mateus di rumah (Saguling). Tiba-tiba ibu turun, almarhum juga turun dari lantai dua bawa senjata langsung ditaruh di dalam mobil," tutur Richard.

Baca Juga: PSIS Semarang Tanpa Carlos Fortes Lagi, Suporter Singgung Kelakuan Bruno Silva

Singkat cerita, melansir Suara, Richard bersama ajudan lain Mateus dan Yosua menuju ke kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Setelahnya, rombongan Putri menuju ke rumah pribadi di Bangka, Kemang, Jakarta Selatan.


"Kami jalan ke arah Kemang, tapi belum ke kediaman. Jadi Itu biasanya kita komunikasi lewat HT. Saya sempat tanya beberapa kali ke alamarhum Yosua, 'bang izin ini mau ke mana', 'udah Cad ikut aja dulu' kata dia.

"Itu perjalanan ada muter-muter di daerah Kemang, saya tidak tahu ini mau ke mana. Akhirnya kita balik ke kediaman Bangka, kita singgah di kediaman Bangka," Eliezer menambahkan.

Setibanya di rumah Bangka, Putri turun dengan wajah marah. Tak lama berselang, Ferdy Sambo pun datang memasang wajah tampak marah.

"Jadi saat di kediaman Bangka, ibu turun, saya lihat kondisi ibu marah, saya enggak berani tanya. FS (Ferdy Sambo) masuk, dia juga kayak marah-marah juga, langsung masuk ke rumah. Abis itu almarhum Yosua bilang 'Cad nanti ada Pak Eben mau datang, rekan bapak', siap bang," ungkap Richard.

Tak lama, 'Pak Eben' pun tiba. Yosua meminta semua ajudan menunggu di luar rumah selain dirinya dengan Mateus.

Load More