SUARA SEMARANG - PSIS Semarang tengah diterpa isu pinjam lisensi pelatih. Hal sebagai reaksi netizen atas gaya kepelatihan Ian Andrew Gillan dan asistennya Achmad Resal Octavian.
Hasil akhir laga PSIS Semarang dalam lima pertandingan terakhir juga menjadi sorotan fans.
Hal itu bermula dari gaya melatih Ian Andrew Gillan saat mendampingi Taisei Marukawa cs di pertandingan.
Pelatih asal Skotlandia beraksen British tersebut lebih banyak duduk jika dibandingkan asistennya yakni Achmad Resal Octavian.
Resal dinilai lebih aktif memberikan instruksi bagi para pemain laskar Mahesa Jenar yang bermain di lapangan.
Hal selanjutnya adalah, pola permainan Laskar Mahesa Jenar juga dinilai tak berkembang.
Fans berharap, klub yang ditangani oleh pelatih berlisensi Pro UEFA ini mampu memberikan suguhan permainan yang atraktif dan tentu saja meraih kemenangan.
Hasilnya, dalam 5 laga terakhir menang dari Madura United (3-0), Kalah dari Borneo FC (4-2), menang lawan Persija (2-0), dan menang lawan PSS Sleman (1-0).
Laga terakhir saat melawan Bali United, PSIS Semarang bertekuk lutut 3 gol tanpa balas.
Reaksi fans dan netizen pun beragam. Klub besar seperti PSIS dinilai bisa lebih baik lagi.
Maka, gaya kepelatihan "Coach My Friend" Ian Andrew Gillan dan asistennya Achmad Resal Octavian pun jadi sasaran. Sebutan "Coach My Friend" karena saat berbicara ia dengan ramah dan sering mengucapkan hal itu.
"Mumet ngrasake dadi pelatih cadangan," tulis pemilik akun @alex.anyakit di instagram @forzapsis1932 yang mengunggah foto ian Andrew Gillan saat menutup wajah.
"Mesake . Dikiro media pelatih e kui dadi seng ketok elek my friend .padahal seng ngatur strategi iy wong kui.." komentar akun @arifinabd.f.
Dengan nada beragam, fans mengira lisensi kepelatihan Ian Andrew Gillan hanya untuk memenuhi syarat lantaran sempat terjadi kekosongan pelatih di tubuh PSIS Semarang.
Ian andrew Gillan sendiri sebelumnya pernah jadi pelatih kepala. Sebelum "dilorot" karena hasilnya tak memuaskan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?