SUARA SEMARANG - CEO PSIS Semarang mengaku mumet soal kondisi klub saat ini, maka suporter pun memberikan setidaknya 3 saran dan salah satunya soal perubahan komposisi pemain.
Saran yang diusulkan ini untuk kebaikan PSIS Semarang dan Yoyok Sukawi kedepannya, sehingga secara sepakbola semakin profesional dan secara karir semakin meningkat.
Lalu apa saja 3 saran yang ditujukan untuk Bos PSIS Semarang tersebut? Pertama adalah mencopot asisten pelatih Achmad Resal.
Pencopotan Resal ini dinilai akan memberikan keuntungan, yakni mengembalikan kepercayaan suporter PSIS Semarang pada klub. Sehingga saat penonton boleh menyaksikan di stadion, bisa full dan keuangan klub terbantu dari pemasukan tiket.
Selama ini Achmad Resal memang seringkali jadi pembahasan. Perihal aksinya saat mendampingi para pemain di pinggir lapangan.
"Sing pertama resal copot seko PSIS senior ganti pelatih tenanan, kui di nggo mengembalikan kepercayaan supporter ke tim PSIS," tulis akun @an_novan di instagram @yoyok_sukawi.
Beberapa hari sebelumnya, Bos PSIS Semarang tersebut menuliskan keterangan tiga kata untuk sebuah video dirinya ketika nonton PSIS Semarang kontra Bali United.
"Full mumet wis," tulis @yoyok_sukawi yang berakhir kekalahan 0-3.
Masukan suporter kedua adalah menambah pemain-pemain lokal yang berkualitas. Suporter PSIS Semarang meminta manajemen tidak terlalu fokus pada para pemain asing.
Lantaran pemain-pemain asing berkualitas ini tak akan bisa menunjukkan permainan bagusnya jika tak ditopang oleh pemain lokal lain yang juga memiliki kualitas apik.
Ketiga adalah jangan terus menerus mengorbitkan pemain muda dari development dalam skala banyak. Hal itu justru akan membuat keseimbangan tim kurang terjaga.
"Boleh 1-2 sing pualing suangar. Sing liyane ben ning development / liga 3..," lanjutnya.
Masukan keempat adalah meningkatkan daya juang pemain saat di lapangan. Apalagi saat bertemu dengan tim-tim besar.
Di awal musim ini, Yoyok Sukawi yang juga menjabat anggota DPR RI menargetkan PSIS Semarang ada di posisi yang tinggi. Yakni bisa berkompetisi di level AFC.
Apalagi hasil di Piala Presiden yang begitu bagus. Meski tak juara, PSIS Semarang menunjukkan permainan yang begitu apik. Perpaduan pemain lokal dan asing juga begitu cair.
Berita Terkait
-
Ini Jenis Harimau Semarang Zoo yang Diberi Nama Cipung Oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Usia, Nama Latin
-
Lini Depan Persebaya Tumpul, Aji Santoso: Jadi Catatan Hadapi Putaran Kedua
-
6 Pemain Ini Berpeluang Jadi Top Skor Liga 1 2022/23, Adakah Jagoanmu?
-
Hasil BRI Liga 1: Sempat Kecolongan di Awal Laga, Persis Solo Habisi Persik Kediri di Maguwoharjo
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Bawa Ilmu Hollywood ke Tanah Air, Ronny Gani Rombak Semesta Garuda di Dadaku Lewat Animasi Fantasi
-
Tayang 2027, Jung So Min dan Kim Yo Han Bintangi Drakor Sunrise Moon 17
-
Ratusan Warga Padati Balai Kota Pagar Alam, Undian Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Meriah
-
PT Bukit Asam Tbk Resmikan SAKA Ombilin Heritage Hotel untuk Dorong Ekonomi Berkelanjutan
-
Skandal Guest House UIN Raden Fatah Melebar, PPK Ikut Ditahan, Negara Rugi Rp2,1 Miliar
-
Beda Haluan dengan Sepak Bola, Futsal Indonesia Tegas Tolak Naturalisasi demi Produk Lokal.
-
Slow Travel di Bhutan: Cara Elegan Melarikan Diri dari Hiruk Pikuk Dunia Modern
-
Tim Sparta Amankan Terduga Pekaku Pelecehan Seksual di Bendungan Tirtonadi
-
Takut Anak Gagal Masuk PTN? 7 SMA Swasta di Palembang Ini Kini Jadi Pilihan Banyak Orang Tua
-
Dwi Kewarganegaraan akan Diterapkan di Indonesia, Siapa yang Bisa Dapat Kesempatan ini?