SUARA SEMARANG – Viral konten buka pintu taksi di Jepang bayar Rp1,4 juta, TikTokers Ibnu Wardani kena semprit dari para netizen.
Hal itu disebabkan karena konten yang diunggah oleh TikTokers Ibnu Wardani tentang buka pintu taksi di Jepang bayar Rp1,4 juta terlalu berlebihan.
Konten yang dianggap oleh para netizen sebagai over flexing tersebut, membuat netizen membantah tentang buka pintu taksi di Jepang bayar Rp1,4 juta.
Sampai sekarang konten tentang estimasi biaya liburan di Jepang tersebut mendapatkan bantahan dari para netizen di tanah air, dan juga netizen yang berada di Jepang.
Meski unggahan konten viral tersebut telah dihapus dari laman TikTokers Ibnu Wardani, tapi para netizen telah berhasil menstitch konten tersebut dan membuat bantahan akan isi estimasi liburan yang berlebihan tersebut.
Di konten yang menceritakan tentang estimasi liburan di Jepang itu membutuhkan biaya yang sangat besar, Ibnu pun mendapatkan bantahan dari para konten kreator yang saat ini tengah tinggal di Jepang tersebut.
Salah satu diantaranya adalah konten kreator di akun TikTok @neojapan2021.
Akun tersebut menstitch konten Ibnu Wardani sambil menuliskan, "Masa sih ? Dia ke Jepang bagian mana ya? Apa gw yg salah negara."
Unggahan dari @neojapan2021 tersebut membuktikan bahwa TikTokers Ibnu Wardani ini terlalu berlebihan membuat estimasi liburan di Jepang.
Baca Juga: 5 Potret Konser NCT DREAM di Indonesia, Sukses Bikin Penggemar Korea Iri
Di pihak lain, ada yang menganggap, angka-angka yang dikeluarkan oleh Ibnu Wardani tersebut hanya pamer yang berlebihan, sebelum dirinya berangkat liburan ke Jepang bersama keluarga kecilnya.
Hingga akhirnya konten estimasi liburan di Jepang tersebut menimbulkan komentar negatif yang dilayangkan kepada kreator tajir tersebut.
Beruntungnya, ada salah satu konten kreator yang membela Ibnu Wardani yang telah membuat konten berlebihan.
Yakni akun Tiktok @koko.lee84 yang secara tegas membela apa yang telah dilakukan oleh Ibnu tersebut.
Menurut Koko, buka taksi di Jepang bayar Rp1,4 juta itu letak kesalahannya di sebelah mana?
Baginya, hal tersebut adalah hal yang wajar, terlebih lagi bagi orang kaya baru yang memberikan estimasi selama liburan ke Jepang sebelum berangkat.
Koko menyebut Ibnu adalah orang kaya baru yang selalu membuat konten flexing, dan apabila ada yang keliru di mata netizen, harap dimaklumi saja.
Apalagi mamanya yang menjaga mobil milik Ibnu, membuat konten tentang memanasi mobil dengan menyebutkan merek ketiga mobilnya secara berulang-ulang layaknya orang kaya baru.
Koko pun memberikan semangat kepada Ibnu untuk tetap membuat konten-konten yang berlebihan sesuai dengan gayanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien