SUARA SEMARANG – Tradisi Dugderan yang menjadi awal pertanda dimulainya bulan puasa Ramadhan tahun ini dipastikan akan berjalan meriah.
Dugderan tahun ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, meski dengan rute yang sama, dimulai dari Balaikota Semarang menuju Alun-alun Masjid Agung Semarang.
Dalam rangkaian acara Dugderan tersebut, prosesi Holaqoh dan penabuh bedug yang sebelumnya dilaksanakan di Masjid Agung Kauman Semarang, nantinya akan bergeser di Alun-alun, tak jauh dari lokasi masjid tersebut.
Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan dengan pemindahan lokasi Dugderan ke alun-alun ini untuk mengembalikan tradisi sejarah jaman dulu.
Prosesi Dugderan yang selama ini dilakukan di dalam Masjid Agung Kauman tersebut dikarenakan pada saat itu, alun-alun masih difungsikan sebagai pasar.
Dan setelah Pemerintah Kota Semarang merevitalisasi alun-alun, maka akan menjadi tempat untuk melangsungkan Dugderan sesuai dengan sejarah masa lalu.
"Dulu, alun-alun belum direvitalisasi, jadi di masjid. Sekarang, kembali ke seharah lama, dikembalikan lagi di alun-alun," kata Mbak Ita.
Walikota Semarang memastikan rangkaian acara Dugderan di Alun-alun Masjid Agung Semarang akan semakin meriah, dengan ruang yang lebih luas.
Selain itu, acara tradisi Dugderan nanti akan dimeriahkan dengan kirab kereta dari Balaikota Semarang menuju Alun-alun Masjid Agung Semarang.
Dan sebelum acara prosesi ritual Dugderan dimulai akan dilangsungkan penandatanganan kerjasama pariwisata dengan daerah Hinterland Kota Semarang yaitu Pemerintah Kota/Kabupaten Semarang, Demak, Grobogan, Salatiga, dan Kendal.
Selain dengan daerah penyangga Kota Semarang, Pemerintah Kota Semarang juga akan bekerjasama pariwisata dengan Kota Solo.
Senada dengan yang disampaikan oleh Walikota Semarang, Mbak Ita, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso pun mengatakan bahwa prosesi Halaqoh dipindah ke Alun-alun Masjid Agung Semarang ini merupakan upaya Pemerintah Kota Semarang mengembalikan roh tradisi Dugderan.
Hal tersebut dikuatkan setelah dirinya berkonsultasi dan berkomunikasi dengan para pakar sejarah yang mengetahui sejarah tersebut.
Dengan kemasan tradisi Dugderan yang menarik, akan bisa mengangkat sejarah Kota Semarang, sehingga anak muda jaman sekarang akan semakin tertarik untuk mengetahui sejarah Kota Semarang.
Selain itu, dengan diadakannya tradisi Dugderan di Alun-alun Masjid Agung Semarang ini, diharapkan akan meningkatkan kunjungan Pasar Johar Semarang setelah pasar tersebut dikemas menjadi semakin cantik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026